Tak Terima Dibubarkan saat PPKM, WN Asing Adu Mulut dengan Petugas

Bagus Alit, iNews · Selasa 12 Januari 2021 08:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 244 2342880 tak-terima-dibubarkan-saat-ppkm-wn-asing-adu-mulut-dengan-petugas-yPSK3dexYo.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

BADUNG – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Badung, Bali dan aparat gabungan membubarkan paksa pengunjung di salah satu restoran di Kawasan Seminyak, Kuta Utara, Badung, Bali yang yang membandel dengan nekat melanggar jam operasional Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Tak terima dengan kedatangan petugas, sejumlah warga negara asing bahkan sempat berdebat otot dengan aparat , lantaran bersikukuh tak mau meninggalkan restoran. Pasalnya, restoran tersebut melebihi jam operasional yang diatur selama PPKM. Tak hanya melanggar batasan jam operasional, pengunjung yang makan di restoran tersebut juga melebihi batasan maksimal 25%.

Baca juga: Hari ke-2 PPKM, Jangan Lupa Ini Aturan Lengkapnya

Pihak pengelola pun mencoba bernegosiasi dengan petugas agar diberikan waktu tambahan, hingga seluruh pengunjung meninggalkan restoran. Sejumlah pengunjung restoran yang sebagian besar merupakan warga negara asing juga nekat melawan aparat dengan bersikukuh enggan meninggalkan restoran.

Dua orang warga negara asing bahkan secara arogan beradu mulut dengan petugas, dan menantang aparat agar menunjukkan aturan hukum yang membatasi kegiatan di rumah makan atau restoran.

“Setelah kami tindak, semua pengunjung kami data penanggung jawab restoran tersebut dan menyita identitasnya,” kata Kasatpol PP Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Pembatasan Jawa-Bali, Tempat Wisata di Yogyakarta Beroperasi hingga Pukul 19.00 

Kata Agung, pemilik restoran tersebut juga diminta menandatangani surat pernyataan bersedia mengikuti peraturan selama pelaksanaan PPKM. Apabila usaha restoran maupun cafe tersebut kembali didapati melakukan pelanggaran serupa, petugas akan mendenda Rp1 juta atau menutup usahanya minimal selama satu minggu.

Berdasarkan pengawasan jam operasional yang dilakukan di wilayah Kuta Utara, masih sejumlah restoran maupun café masih ditemui beroperasi melebihi ketentuan. Ironisnya, pengunjung restoran maupun cafe tersebut justru yang didominasi warga negara asing.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini