Pengadilan Korsel Kukuhkan Hukuman 20 Tahun Penjara ke Mantan Presiden Park Geun-hye

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 14 Januari 2021 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 18 2344454 pengadilan-korsel-kukuhkan-hukuman-20-tahun-penjara-mantan-presiden-park-geun-hye-5kgC4bwuSM.jpg Mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye. (Foto: Reuters)

SEOUL - Pengadilan tinggi Korea Selatan pada Kamis (14/1/2021) mengukuhkan hukuman penjara 20 tahun untuk mantan Presiden Park Geun-hye atas tuduhan korupsi yang menyebabkan kejatuhannya. Putusan itu mengakhiri proses hukum terhadap Park dan untuk pertama kalinya meningkatkan kemungkinan sebuah pengampunan.

Park menjadi pemimpin pertama Korea Selatan yang terpilih secara demokratis, yang dicopot dari jabatannya ketika, pada 2017, Mahkamah Konstitusi menguatkan suara parlemen untuk mendakwa dia atas skandal yang juga membuat dua pimpinan konglomerasi dipenjara.

BACA JUGA: Mantan Presiden Korsel Park Geun-hye Dijatuhi Hukuman 20 Tahun Penjara

Putri seorang diktator militer, Park terpilih pada 2013 dan menjadi presiden wanita pertama Korea Selatan. Dia dilengserkan setelah dinyatakan bersalah berkolusi dengan orang kepercayaan untuk menerima puluhan miliar won dari konglomerat besar untuk membantu keluarganya dan mendanai yayasan nirlaba yang dimilikinya.

Kasusnya telah disidangkan di berbagai pengadilan, termasuk persidangan ulang pada Juli tahun lalu, tetapi keputusan Mahkamah Agung pada Kamis untuk menegakkan hukuman penjara 20 tahun dan denda 18 miliar won (Rp230 miliar) telah mengakhiri jalan hukum bagi Park.

Park, (68 tahun), yang dipenjara sejak 31 Maret 2017, membantah melakukan kesalahan. Dia tidak hadir di pengadilan.

BACA JUGA: Mahkamah Agung Korsel Perintahkan Pengadilan Ulang Eks Presiden Park Geun-hye

Ketika ditanya tentang kemungkinan pengampunan, seorang pejabat di Gedung Biru kepresidenan mengatakan bahwa tidak pantas untuk mengangkat masalah segera setelah keputusan pengadilan, dan kasus Park harus menjadi pelajaran sejarah.

Seorang pembantu utama Presiden Moon Jae-in, yang adalah seorang liberal, mengatakan presiden akan membuat keputusan tentang masalah pengampunan bagi Park yang mencerminkan keinginan rakyat.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini