Pihak berwenang menyatakan Beeler memiliki pistol Glock di bawah sandaran tangan. Hasil penggeledahan kemudian menemukan hampir 550 butir amunisi, termasuk magasin yang dimuat, dijepit ke Glock, dengan 16 butir peluru. Sebuah peluru tambahan ada di ruang pistol.
Menurut polisi dia didakwa karena dicurigai membawa senjata tanpa izin, memiliki senjata api yang tidak terdaftar, dan memiliki amunisi yang tidak terdaftar.
Namun Beeler mengaku bahwa insiden itu sebagai sebuah kesalahan. Kepada Washington Post Beeler mengatakan dia telah bekerja sebagai penjaga keamanan di pusat kota Washington. Saat kejadian, ia terlambat dan lupa bahwa senjatanya ada di dalam kendaraan. Dia bilang dia punya izin untuk membawanya di Virginia.
Dia menyangkal bahwa dia memiliki semua amunisi itu.Penangkapan itu terjadi setelah kerusuhan 6 Januari di Capitol di mana para pendukung Presiden Donald Trump menyerbu gedung dalam pengepungan dengan kekerasan yang menewaskan lima orang dan banyak lainnya terluka.
(Amril Amarullah (Okezone))