Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BMKG: Gempa di Majene dan Mamuju Kurang Lazim dan Aneh

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Minggu, 17 Januari 2021 |10:49 WIB
BMKG: Gempa di Majene dan Mamuju Kurang Lazim dan Aneh
Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)
A
A
A

Daryono menjelaskan, perilaku gempa memang sulit diprediksi dan menyimpan banyak ketidakpastian. Oleh karenanya, BMKG baru dapat mengkaji secara spasial dan temporal. "Akan tetapi, untuk mengetahui besarnya medan tegangan riil dan perubahannya pada kulit bumi masih sulit dilakukan," kata Daryono.

Sekadar informasi, gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Majene, SulBar pada Jumat, 15 Januari 2021, sekira pukul 02.28 WIB, dini hari. Sebelumnya, Majene juga telah diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,9 pada Kamis 14 Januari 2021, siang hari pukul 13.35 WIB.

Hingga, Sabtu, 16 Januari 2021, pukul 06.32.55 WIB, pagi, wilayah Majene dan Mamuju kembali diguncang gempa susulan dengan magnitudo 4,8. Gempa ini adalah gempa ke-32 yang terjadi sejak terjadinya gempa pembuka pada Kamis, 14 Januari 2021.

"Jika mencermati aktivitas gempa Majene saat ini, tampak produktivitas gempa susulannya sangat rendah. Padahal stasiun seismik BMKG sudah cukup baik sebarannya di daerah tersebut. Sehingga gempa-gempa kecil pun akan dapat terekam dengan baik. Namun hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa gempa Majene ini memang miskin gempa susulan (lack of aftershocks)," pungkasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement