Pencarian Santri Tertimbun Bangunan Ponpes Al Madaroh Cianjur Dihentikan Sementara

INews.id, · Minggu 17 Januari 2021 09:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 17 525 2345801

CIANJUR - Petugas gabungan BPBD Cianjur, Jawa Barat, menghentikan pencarian korban robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Madaroh di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, yang menyebabkan 11 orang santri luka-luka akibat tertimpa bangunan. Beredar informasi masih ada seorang santri yang masih tertimbun.

"Informasi masih ada satu orang yang belum ditemukan, namun hingga batas waktu pencarian pukul 24.00 WIB, petugas tidak menemukan tanda-tanda masih ada korban di dalam bangunan yang roboh diduga karena kelebihan beban akibat pondasi yang kurang kokoh," kata Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan di lokasi Minggu dini hari, Minggu (17/1/2021).

Baca Juga: Ponpes Al-Madaroh Cipanas Roboh, Belasan Santri Tertimpa Bangunan 

Dia menjelaskan, tercatat seluruh santri yang sudah masuk ke ponpes per hari Sabtu, sebanyak 65 orang, sebelas orang di antaranya mengalami luka-luka akibat tertimpa bangunan yang roboh dan sempat mendapat pertolongan medis di RSUD Cimacan.

Tujuh orang di antaranya sudah kembali ke ponpes dan empat orang santri lainnya masih menjalani perawatan. Sedangkan 54 orang santri lainnya sudah dievakuasi ke sejumlah tempat di lingkungan ponpes, sehingga pihaknya akan memastikan apakah seluruh santri selamat atau masih ada yang tertimbun.

"Informasinya masih ada yang tertimbun, namun apakah itu santri atau keluarga santri yang menginap, masih simpang siur. Untuk data sementara seluruh santri yang sudah melapor dan datang hari ini ke ponpes sebanyak 65 orang," katanya.

Petugas gabungan, tambah dia, akan melanjutkan pencarian hari Minggu ini, guna memastikan ada atau tidaknya korban di bawah reruntuhan bangunan ponpes tersebut. Karena hingga pencarian dihentikan pukul 24.00 WIB, petugas tidak menemukan tanda-tanda masih adanya korban di dalam reruntuhan.

"Karena malam semakin larut dan petugas untuk masuk ke dalam reruntuhan sangat rawan, ditambah penerangan yang minim, Pencarian dihentikan dan akan dilanjutkan pagi pukul 08.00 WIB. Harapan kami sudah tidak ada korban di dalam reruntuhan," katanya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini