Tinggalkan Gedung Putih, Melania Trump Dapat "Nilai Paling Rendah" Dibanding Ibu Negara Lainnya

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 19 Januari 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 18 2346738 tinggalkan-gedung-putih-melania-trump-dapat-nilai-paling-rendah-dibanding-ibu-negara-lainnya-iJ0GPqyWbC.jpg Foto: Daily Mail

WASHINGTON – Ibu Negara Amerika Serikat (AS) Melania Trump mendapat nilai persetejuan paling rendah yakni 47% terkait masa jabatannya di Gedung Putih.

Penilaian ini dilakukan saat Melania berpamitan untuk terakhir kalinya. Melania meninggalkan Gedung Putih dengan peringkat persetujuan yang lebih rendah daripada tiga Ibu Negara lainnya yakni Michelle Obama (69%), Laura Bush (67%), dan Hillary Clinton (56%).

Melalui jajak pendapat yang dilakukan CNN/ORC, angka pencapain Melania 12 poin lebih rendah dari Michelle Obama.

Namun, peringkat persetujuan Melania jauh lebih tinggi daripada suaminya - dengan dua digit. Hanya 33% yang menyetujui pekerjaan yang telah dilakukan Presiden Trump.

Dikutip Daily Mail, Ibu Negara secara tradisional memiliki jumlah jajak pendapat yang lebih tinggi daripada suami mereka mengingat peran mereka jauh lebih tidak politis.

Namun Melania, 50, telah mengambil pendekatan yang lebih rendah terhadap pekerjaan itu dibandingkan dengan para pendahulunya. Dia telah menghabiskan hari-hari terakhirnya di Gedung Putih tanpa terlihat, mengemasi barang-barang keluarga dan mempersiapkan babak berikutnya dalam hidup mereka.

(Baca juga: Pesan Terakhir Melania Trump: Kekerasan Tidak Pernah Menjadi Jawaban)

Berbeda dengan suaminya, akun twitter FLOTUS Melania tetap aktif. Pada Senin (18/1) pagi dia memposting pesan yang menandai Hari Martin Luther King. Minggu lalu dia memposting video merayakan inisiatif “Be Best”-nya, sebuah proyek kebaikan yang tidak pernah menggelora seperti gerakan serupa milik Michelle Obama yakni “Let’s Move” atau gerakan miliki Laura Bush yaitu “National Book Festival”.

Pada Senin (18/1) kemarin dia juga memosting pesan terakhir, “membela” renovasi yang dilakukannya selama masa jabatannya di Gedung Putih.

Di bawah pengawasannya yang cermat, Arena Bowling Gedung Putih, Paviliun Tenis, dan Taman Mawar mengalami desain ulang.

(Baca juga: Gladi Bersih Pelantikan Biden Ditunda karena Alasan Keamanan)

Namun, sebagian besar pekerjaan Melania menjadi sasaran kritik, terutama ketika dia memposting di media sosial (medsos) tentang paviliun. Dia dikritik karena melakukan renovasi saat negara itu memerangi epidemi Covid-19 dan ekonomi yang sedang merosot. Kritikus online membandingkan ibu negara dengan Maria Antoinette.

Tetapi Melania membela renovasi itu. “Selama tahun 2020, negara kita telah menderita kehilangan nyawa yang menghancurkan dan tak terduga karena pandemi Covid-19. Dampak ekonomi dari pandemi, yang telah dirasakan oleh banyak orang di negara ini, telah sangat mempengaruhi pengalaman kami bersama dalam kehidupan Amerika,” terangnya.

“Akibatnya, dengan kepekaan yang tinggi terhadap latar belakang nasional yang lebih luas, saya meluncurkan dua proyek yang telah lama direncanakan di halaman Gedung Putih,” tambahnya, mengacu pada paviliun dan pemasangan patung Bingkai Lantai oleh Isamu Noguchi di Rose Garden yang baru dipugar.

Dalam esai 850 kata yang diposting ke situs Gedung Putih, ibu negara menulis dia melakukan pekerjaan untuk melestarikan warisan rumah itu.

“Proyek yang telah saya awasi selama empat tahun terakhir adalah yang saya percaya tidak hanya akan melestarikan warisan rumah tetapi meningkatkan pengalaman keindahan dan kesungguhannya untuk generasi yang akan datang,'” tulisnya dalam artikel berjudul “Menghormati Keterampilan Amerika di Rumah Rakyat”.

Dia mengisyaratkan dia meninggalkan pekerjaan untuk diselesaikan oleh penggantinya, Jill Biden.

“Pemulihan dan konservasi wallpaper Zuber yang tak ternilai harganya di Ruang Makan Keluarga, mungkin proyek paling ambisius dari Administrasi, masih harus diselesaikan, dan saya harap, akan dikagumi oleh semua orang yang melihat keindahannya,” terangnya.

Dia berterima kasih kepada staf dan pengrajin yang mengerjakan proyek bersamanya.

“Menjelang akhir bab ini, penting untuk mengakui banyak orang dan departemen yang tanpanya peran saya sebagai Ibu Negara tidak akan mungkin terwujud. Kantor Kurator Gedung Putih dan Asosiasi Sejarah Gedung Putih telah bekerja tanpa lelah untuk memastikan proyek-proyek ini memenuhi standar pelestarian, konservasi, dan keunggulan ilmiah mereka. Saya berterima kasih kepada mereka yang dalam kapasitas pribadi telah dengan murah hati menyumbang untuk inisiatif saya dan koleksi secara keseluruhan,” paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini