Hasil Penyelidikan WHO ke Wuhan: China dan WHO Terlambat Atasi Covid-19

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 19 Januari 2021 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 18 2346930 hasil-penyelidikan-who-ke-wuhan-china-dan-who-terlambat-atasi-covid-19-SnFBtLNdlH.jpg Foto: Reuters

CHINA – Penyelidikan asal usul virus Covid-19 yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah memberikan titik terang.

Tim penyelidikan menyatakan China seharusnya bertindak lebih cepat dalam menangani virus itu.

Panel Independen untuk Kesiapsiagaan dan Respons Pandemi yang didukung WHO mengatakan seharusnya tindakan kesehatan masyarakat dapat diterapkan lebih tegas oleh otoritas kesehatan lokal dan nasional di China sejak Januari tahun lalu.

Panel yang dibentuk Juli lalu ini mengatakan ada potensi tanda-tanda awal yang seharusnya ditindaklanjuti lebih cepat oleh China dan WHO.

Kritik tersebut bertentangan dengan pernyataan publik WHO pada saat itu, ketika memuji China atas kecepatan luar biasa yang digunakannya dalam menanggapi wabah tersebut.

Bahkan ketika pandemi mulai tak terkendali pada Februari tahun lalu, WHO memuji China atas kecepatan luar biasa dalam mengisolasi virus.

(Baca juga: Putuskan Tradisi Selama 100 Tahun, Melania Trump Tidak Akan Beri Tur Gedung Putih ke Jill Biden)

Panel tersebut juga menyalahkan WHO sendiri, meskipun bukti sejak awal menunjukkan China menyembunyikan informasi penting dari badan PBB tersebut.

Melalui laporan terbarunya, panel tersebut mengecam WHO karena gagal memanggil komite darurat atau menyatakan “darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional hingga akhir Januari”.

(Baca juga: Rencana Serangan Udara ke Pakistan Dibocorkan Penyiar Televisi, Politisi India Tuntut Penyelidikan)

“Tidak jelas mengapa komite tidak bertemu sampai minggu ketiga Januari, juga tidak jelas mengapa tidak dapat menyetujui deklarasi,” terang laporan itu, dikutip Daily Mail..

Bulan lalu, panel itu mengatakan mereka sedang mengerjakan “konologi otoritatif” tentang bagaimana wabah itu dimulai, di tengah kritik WHO karena terlalu percaya diri terhadap China pada awal-awal kemunculan virus itu.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan tidak ada yang boleh meragukan ini adalah latihan ilmiah untuk memahami bagaimana virus muncul.

Tedros sempat bertemu dengan pemimpin China Xi Jinping Januari lalu, ketika WHO memuji Beijing atas keseriusan dan transparansi saat wabah ditemukan di awal.

Diketahui penyelidikan yang dilakukan WHO ini sempat terkendala izin saat WHO hendak masuk ke China untuk menyelidiki asal mula penyakit tersebut.. Hal ini pun membuat negara-negara lain seperti Amerika Serikat (AS) dan Australia marah. Mereka mendesak China agar membiarkan tim WHO masuk ke sana.

Tim WHO di China akhirnya tiba di Wuhan minggu lalu setelah berbulan-bulan negosiasi.

Tedros mengatakan tujuannya adalah untuk memahami bagaimana dan kapan virus corona baru ini muncul.

Tim itu diharapkan menyelidiki pasar hewan yang terkait dengan sekelompok kasus awal, tetapi tidak lagi dianggap bahwa di sinilah virus berpindah dari hewan ke manusia.

Secara luas diduga virus tersebut berasal dari kelelawar. Namun para ilmuwan mengatakan bahwa virus tersebut mungkin telah menular ke manusia melalui spesies lain, mungkin trenggiling.

Virus itu pertama kali terungkap di Wuhan pada Desember 2019 sebelum menyebar secara dahsyat di seluruh dunia. Virus ini Menewaskan sedikitnya dua juta orang dan membuat ekonomi global macet yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebelumnya, AS sempat menuduh WHO “membohongi” pemerintah China dengan mengklaim sejak awal bahwa hanya ada sedikit bukti penularan dari manusia ke manusia.

“Pejabat China mengabaikan kewajiban pelaporan mereka kepada WHO dan menekan WHO untuk menyesatkan dunia ketika virus pertama kali ditemukan oleh otoritas China,” terang Gedung Putih tahun lalu.

Mei tahun lalu, Presiden AS Donald Trump mengklaim China memiliki kendali penuh terhadap WHO saat dia mengumumkan jika AS “memutuskan” hubungannya dengan organisasi tersebut.

Namun Presiden AS terpilih Joe Biden, berjanji selama kampanye pemilihan jika dia akan memulihkan hubungan AS dengan WHO.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini