Puting Beliung Hantam Pantai di Bali, Belasan Bangunan Milik Nelayan Rusak

Bagus Alit, iNews · Selasa 19 Januari 2021 08:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 244 2346794 puting-beliung-hantam-pantai-di-bali-belasan-bangunan-milik-nelayan-rusak-TUSusLGZi4.jpg Angin puting beliung merusak sejumlah bangunan milik nelayan di Bali (Foto : iNews)

BADUNG - Warga dan wisatawan mancanegara yang asyik bermain di sepanjang pantai di kawasan Kuta Utara, Badung, Bali, dikejutkan dengan terjangan puting beliung dari tengah Pantai Pererenan dan bergerak ke arah timur hingga menghancurkan belasan bangsal milik nelayan di pantai nelayan Canggu.

Meski peristiwa tersebut tak menimbulkan korban jiwa, belasan bangunan bangsal yang selama ini digunakan sebagai tempat menyimpan peralatan melaut hancur berantakan.

Dalam video amatir milik warga, nampak angin terus berputar-putar dan menghantam sejumlah orang yang sedang berselancar di pantai tersebut. Dengan kecepatan tinggi, puting beliung bergerak ke arah timur dan menghempaskan puluhan bangunan bangsal yang berada di pantai nelayan Canggu. warga dan wisatawan mancanegara yang kebetulan bersantai di pinggir pantai pun dibuat panik.

Untuk menghindari pusaran puting beliung, warga dan wisatawan lari berhamburan menyelamatkan diri. Setelah menghantam bangunan bangsal nelayan, puting beliung tersebut kemudian menghilang.

Baca Juga : Ya Ampun! Kapasitas RS untuk Pasien Covid-19 di DKI Hanya Tersisa 13%

Salah seorang saksi mata menuturkan, pusaran angin puting beliung bergerak cepat dari arah barat di Pantai Pererenan menuju arah timur ke kawasan Pantai Canggu. Setelah puting beliung menghilang, hujan lebat langsung terjadi di kawasan tersebut.

"Hujan langusng lebat saat angin puting beliung yang besar itu hilang," ujar saksi mata yang juga pedagang di sekitar lokasi, Ni Ketut Warni, Selasa (19/1/2021).

Pasca kejadian, puluhan bangunan bangsal yang selama ini digunakan sebagai tempat menyimpan peralatan melaut hancur berantakan terutama di bagian atap yang sebagian besar menggunakan asbes dan ilalang. Meski telah viral di media sosial, hingga kini belum ada kajian maupun pendataan terkait dampak bencana tersebut dari petugas setempat.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini