Pengungsi Korban Gempa Majene Melahirkan di Tenda Darurat dengan Alat Seadanya Berlangsung Dramatis

Huzair Zainal, iNews · Selasa 19 Januari 2021 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 340 2346919 pengungsi-korban-gempa-majene-melahirkan-di-tenda-darurat-dengan-alat-seadanya-berlangsung-dramatis-ViOQqgNK0q.jpg Pengungsi korban gempa Majene melahirka di tenda darurat.(Foto:iNews)

MAJENE - Rasa haru dan gembira terpancar di wajah Mawar (19), pengungsi korban gempa Majene itu, tak henti hentinya mengucapkan Alhamdulillah dan bersyukur kepada Allah SWT. Istri dari Rudi tersebut, melahirkan di tenda darurat Bukit Talla Tallang, Desa Taan, Kecamatan Tappalang, Mamuju, Sulawesi Barat.

Mawar melahirkan anak pertamanya di tenda darurat dengan alat seadanya yang dibantu seorang bidan, Senin 18 Januari 2021.

"Beruntung, meski dengan alat seadanya dan tempatnya pun ditenda darurat area perbukitan, namun nyawa ibu dan anak yang dilahirkan selamat," kata Risal salah seorang relawan, Selasa (19/1/2021).

Baca Juga: Sekampung Selamat dari Gempa Majene, Warga: Pertolongan Allah, Firasat Kami Menyuruh Mengungsi

Sebelumnya, proses melahirkan ibu muda ini sempat terekam video relawan. Dalam video tersebut terlihat Mawar ditandu sejumlah warga menggunakan tempat tidur yang terbuat dari bambu ke tempat yang lebih tinggi.

"Lalu dengan hanya alat seadanya dan ditemani seorang bidan desa, Mawar berhasil melahirkan bayi lelaki yang sehat," timpalnya.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Donggala Sulteng

Usai melahirkan, Mawar hanya sempat tidur sebentar di sebuah tempat tidur yang terbuat dari bambu tersebut kemudian dibawa kembali ke tenda bersama pengungsi lainnya.

"Alhamdulilah proses kelahiran putra pertama kami ini berjalan sukses. Anak pertama kami diberi nama M Rizki Gempa," kata Rudi suami Mawar.

Raut kebahagiaan terpancar dari wajah pasangan Mawar dan Rudi meski mereka saat ini berada di tenda pengungsian yang kondisinya memprihatinkan.

Di tempat pengungsian ini terdapat puluhan warga Desa Taan yang mengungsi sementara di perbukitan pascagempa 6,2 SR terjadi beberpa waktu lalu.

Terdapat sedikitnya delapan balita di lokasi ini para pengungsi hanya mengandalkan tenda darurat dengan fasilitas seadanya.

Beruntung sejumlah relawan, termasuk Risal dan kawan kawan relawan asal Kecamatan Wonomulyo Polewali Mandar ini, yang membantu kebutuhan para pengungsi. Dramatis Detik-detik Ibu Hamil korban Gempa Majene Melahirkan di Tenda Darurat dengan Alat Seadanya

Risal yang ikut merasakan kehidupan pengungsi selama di tenda darurat mengaku ikut prihatin. “Kebutuhan pengungsi saat ini tak hanya bahan pokok makanan namun juga susu untuk balita dan bayi serta obat obatan,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini