Proyek Palapa Ring Timur Rugi Ratusan Miliar Rupiah Akibat Aksi Vandalisme

Fikri Kurniawan, Sindonews · Rabu 20 Januari 2021 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 340 2347790 proyek-palapa-ring-timur-rugi-hingga-ratusan-miliar-rupiah-akibat-aksi-vandalisme-owF18mlIra.jpg Palapa Ring Timur pasca dibakar orang tak dikenal (foto: Sindonews)

JAKARTA - PT Palapa Timur Telematika selaku badan usaha yang bertanggung jawab membangun proyek jaringan nasional untuk wilayah Timur, mengaku mengalami kerugian hingga ratusan miliar akibat vandalisme yang terjadi sejak awal proyek ini dibangun hingga dioperasikan.

"Vandalisme kerap terjadi sejak proses pembangunan dan proses pengoperasian. Sejak Desember 2019 hingga Januari 2021, ada 174 kasus vandalisme yang terjadi," ungkap Herald Napitupulu, Project Manager PT Palapa Timur Telematika, saat konferensi pers secara virtual, Rabu (10/1/2021).

Baca Juga: Ada 174 Kasus Vandalisme Dialami Proyek Palapa Ring Timur sejak Dibangun 

Sementara itu, Eddy Siahaan Mora, Direktur OPS PT Palapa Timur Telematika, menjelaskan kerugian bisa bersumber dari nilai aset yang rusak, juga bertambahnya modal untuk membangun kembali. Akibat vandalisme, ia juga mengaku pihaknya banyak kehilangan pendapatan.

Baca Juga: Tower Palapa Ring di Papua Dibakar, Konektivitas Kota Ilaga dan Sekitarnya Terputus 

"Untuk secara keseluruhan kerugian kita bisa mencapai ratusan miliar rupiah," tegas Eddy, pada kesempatan yang sama.

Total kasus tersebut terbagi menjadi tiga kategori, yakni ringan, sedang, dan berat. Kategori ringan dan sedang seperti pemalakan dan pemalangan yang dialami pekerja, serta diputusnya kabel fiber optik oleh orang yang tidak dikenal.

Sedangkan kasus berat mencakup dibakar atau terbakarnya tower Palapa Ring Timur, sehingga berimbas dengan terputusnya jaringan di wilayah terdekat yang dilalui proyek ini.

Herald memaparkan, sejauh ini ada 4 kasus vandalisme kategori berat yang terjadi. Pada Maret 2020, repeater Tower B2 di Intan Jaya, Papua, dibakar. Kemudian pada 31 Desember 2020, Network Operation Center (NOC) Kigamani, di Provinsi Dogiyai, Papua, terbakar.

"Sementara kasus ketiga dan keempat terjadi pada 3 Januari 2021, yakni dibakarnya Tower B4 dan B5 Palapa Ring Timur yang berlokasi di Kabupaten Puncak, Papua," kata Herald.

Widodo Yuli Prasetyo, GM Operation PT Palapa Timur Telematika, menuturkan, Tower B2 sudah selesai diperbaiki pada Novembee 2020. Sementara NOC Kigamani serta Tower B4 dan B5 masih dalam tahap verifikasi, untuk mengetahui apakah kondisinya aman jika mulai dibangun kembali.

"Kita mau memastikan semuanya aman. Kita juga sedang dalam tahap pengadaan material," tutur Widodo.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini