32 Tewas, ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Ledakan Bom di Baghdad

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 22 Januari 2021 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 18 2348886 32-tewas-isis-klaim-bertanggung-jawab-atas-ledakan-bom-di-baghdad-XCG9nU0J2d.jpg Lokasi pengeboman bunuh diri di Tayaran Square, Baghdad, Irak, 21 Januari 2021. (Foto: Reuters)

BAGHDAD - Kelompok teroris Negara Islam (IS), dahulu ISIS, mengklaim bertanggung jawab atas bom bunuh diri ganda di Ibu Kota Irak, Baghdad pada Kamis (21/1/2021). Serangan itu menewaskan setidaknya 32 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.

Sebuah pernyataan yang diumumkan kantor berita IS, Amaq, mengatakan bahwa sasaran serangan itu adalah Muslim Syian Irak. Klaim IS, yang dibuat melalui akunnya di aplikasi perpesanan Telegram, muncul beberapa jam setelah serangan itu.

BACA JUGA: Bom Bunuh Diri Guncang Baghdad, Sejumlah Orang Tewas

Para pembom meledakkan diri di antara kerumunan pembeli di pasar pakaian bekas di Tayaran Square.

Dalam serangan Kamis pagi, pembom pertama bergegas ke pasar dan mengumpulkan kerumunan di sekitarnya dengan mengaku merasa sakit, kata pernyataan kementerian dalam negeri sebagaimana dilansir BBC. Pembom kedua meledakkan dirinya saat yang lain datang untuk membantu para korban.

Para saksi mata mengatakan Tayaran Square sibuk menyusul pelonggaran hampir satu tahun pembatasan terkait virus corona.

"Dia menekan detonator di tangannya. Bom itu segera meledak dan orang-orang tercabik-cabik," kata seorang pemilik kios kepada kantor berita Reuters.

Serangan bunuh diri mematikan terakhir di Baghdad terjadi di alun-alun yang sama pada Januari 2018, ketika 35 orang tewas.

BACA JUGA: Putra Mahkota MBS Didesak Bebaskan Ulama Terkemuka Saudi dari Penjara

Itu adalah serangan bunuh diri terbesar di Baghdad selama tiga tahun terakhir. Pemboman bunuh diri menjadi langka di Baghdad sejak ISIS dikalahkan secara militer di wilayah tersebut pada akhir 2017.

Presiden Irak Barham Saleh memimpin kecaman atas serangan terbaru itu, dengan mengatakan pemerintah akan "berdiri teguh melawan upaya-upaya nakal untuk mengguncang negara kami".

ISIS pernah menguasai 88.000 km persegi wilayah dari Irak timur hingga Suriah barat dan memberlakukan aturan brutalnya pada hampir delapan juta orang. Terlepas dari kekalahan ISIS di medan perang, sebuah laporan PBB Agustus lalu memperkirakan bahwa lebih dari 10.000 pejuang ISIS tetap aktif di Irak dan Suriah.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini