Anak Gugat Ibu Kandung Gara-gara Mobil Fortuner, Kuasa Hukum: Strategi Anak Damaikan Kedua Orangtuanya

Taufik Budi, Okezone · Sabtu 23 Januari 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 23 340 2349569 anak-gugat-ibu-kandung-gara-gara-mobil-fortuner-kuasa-hukum-strategi-anak-damaikan-kedua-orangtuanya-ok0saGyeNE.jpg Dewi Firdauz, ibu yang digugat anak kandungnya.(Foto:Taufi Budi/Okezone)

SEMARANG - Kuasa hukum Alfian Prabowo, anak yang pidanakan ibu kandung, Caesar Fortunus Wauran mengatakan, gugatan kliennya merupakan strategi untuk mendamaikan kedua orangtua penggugat. Sebab, selama ini mediasi yang ditempuh untuk mendamaikan Agus Sunaryo (ayah penggugat) dengan Dewi Firdauz (ibu penggugat) selalu menemui jalan buntu.

“Gugatan itu untuk memberikan ruang mediasi bapak sama ibu agar bisa ketemu lagi, ya biar ada obrolan lagi akan kisruhnya perebutan harta gono-gini. Untuk mengumpulkan lagi keluarganya agar tidak ribut. Ayah dan ibu itu bercerai September 2019,” terang Wauran, Sabtu (23/1/2021).

“Setelah cerai itu, awalnya enggak ada keributan yang sampai mendalam, hanya cekcok mulut masih terjadi tapi bisa bisa dimaklumi. Tiba-tiba puncaknya satu pihak mengingkari kesepakatan yang dibuat pascacerai,” jelas dia.

Baca Juga: Balada Anak Gugat Ibu Kandung Kembali Terjadi, Kali Ini Gara-gara Mobil Fortuner

Menurutnya, pascbercerai kedua orangtua itu mengumpulkan dua anaknya untuk membuat kesepakatan. Di antaranya adalah pembagian harga gono-gini, termasuk membagi kepada dua anak mereka.

Baca Juga: Fakta Baru Kasus Anak Pidanakan Ibu Kandung

“Gono-gininya ini sudah dibagi, ini bagian bapaknya bagian ibunya. Ada pembagian jelas, tiba-tiba ada salah satu pihak ngumpetin sertifikat semua aset. Hingga salah satu pihak yang mengajukan gugatan gono-gini, dia itu mengklaim semua hartanya termasuk harta yang sudah menjadi kepunyaan anak yang sudah diberikan ke anak itu diklaim oleh salah satu pihak masuk dalam harta gono-gini mereka,” beber dia.

“Lalu si anak ini kok sudah ada kesepakatan, sudah dibicarakan kok malah ribut lagi. Sehingga anak ini agak jengkel, muak dengan orangtuanya yang bertengkar terus, makanya dia mengajukan gugatan. Tapi sebelum diajukan gugatan itu, kedua anak sudah berusaha merukunkan orangtuanya. Sudah nasihati ayo Pah Mah berubah, jangan terus marah-marah,” ungkapnya.

Namun, usaha Alfian bersama kakak perempuannya untuk mendamaikan kedua orangtuanya kembali tak berjalan mulus. Hingga Alfian memutuskan menempuh jalur peradilan, dengan harapan bisa memediasi kedua orangtua.

“Gugatannya agar orangtuanya bertemu bisa dimediasi di pengadilan. Agar perkara yang diajukan anaknya ini bisa selesai dimediasi tujuannya cuma itu. Karena enggak mampu untuk mendamaikan secara normal, maka meminta mediasi pengadilan,” tegasnya.

“Kalau mobil itu bukan tujuan (gugatan). Kalau dihitung biaya sewa (mobil Fortuner) segala macam itu dicantumkan karena kalau gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) harus menimbulkan kerugian. Itu formalitas gugatan, makanya harus dicantumkan. Misalnya anak ini menang atau kalah itu sudah enggak dipikir,” lugasnya lagi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini