FBI Tuduh Veteran Angkatan Darat Jadi Dalang Kerusuhan Capitol

Susi Susanti, Koran SI · Senin 25 Januari 2021 06:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 18 2350114 fbi-tuduh-veteran-angkatan-darat-jadi-dalang-kerusuhan-capitol-xjKo2HDSio.jpg Foto: CNN

OHIOBiro Investigasi Federal (FBI) menuduh veteran Angkatan Darat menjadi dalang kerusuhan yang terjadi di Capitol, Washington beberapa waktu lalu.

Veteran ini diketahui menjalankan bar di kampung halamannya di Ohio.

Namun bagi FBI dia adalah pemimpin lincah yang melakukan perjalanan ke Washington, DC, dan menyerbu Capitol AS, mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Jessica Watkins ditangkap di desa kecil Woodstock, Ohio, di suatu pagi.

“Kami bisa mendengar begitu banyak sirene. Dan kemudian kami mendengar mereka berteriak agar dia turun dengan tangan ke atas dan dia tidak melakukannya” kata Emma Dixon, yang menyaksikan penggerebekan menjelang fajar dari sebuah rumah di seberang jalan.

Watkins terlihat di video mengambil bagian dalam pemberontakan yang terkait dengan kematian lima orang dan anggota parlemen yang ketakutan.

(Baca juga: 11 dari 22 Penambang yang Terperangkap 600 Meter di Bawah Tanah Berhasil Diselamatkan)

Ketika FBI tiba di Woodstock, Watkins tidak ada di sana. Tapi ada sang pacar Montana Siniff.

Agen FBI menanyainya dan akhirnya pergi. Melalui pengaduan yang diajukan ke pengadilan, jaksa federal mengatakan agen menemukan apa yang tampaknya merupakan petunjuk untuk membuat bahan peledak, yang ditulis oleh “the Jolly Roger”.

Pihak berwenang mengatakan Jolly Roger juga merupakan nama bar Watkins dan akun Facebook yang diyakini terkait dengan dia.

(Baca juga: Presiden Biden Hadiri Misa Pertamanya Bersama Anak dan Cucu)

“Itu sepenuhnya salah. Dia benci bahan peledak. Tidak ada moral atau cara yang sah untuk benar-benar menggunakan bahan peledak sebagai warga negara biasa” terang Siniff, dikutip CNN.

Watkins, 38, sekarang ditahan di Penjara Montgomery County, sekitar 50 mil jauhnya di Dayton, setelah dia menyerahkan dirinya kepada pihak berwenang Minggu lalu.

Catatan menunjukkan Watkins bertugas di Angkatan Darat dengan nama berbeda dari April 2001 hingga Desember 2003. Dia dikerahkan ke Afghanistan dari September hingga Desember 2002.

Watkins dua veteran militer lainnya dituduh banyak hal. Mulai dari persekongkolan, konspirasi untuk menghalangi seorang perwira, perusakan properti pemerintah, menghalangi proses resmi, memasuki gedung atau lahan terbatas tanpa otoritas yang sah, dan kekerasan masuk atau perilaku tidak tertib di Capitol.

CNN menemukan jika jumlah orang yang dituduh dalam serangan Capitol adalah mantan anggota militer.

Watkins dilaporkan pergi ke Capitol untuk memprotes sertifikasi kemenangan pemilihan Presiden Joe Biden. Dia terlihat di video membual tentang hal itu saat berada di dalam gedung Capitol.

Pacarnya mengatakan dia pergi untuk membantu melindungi beberapa anggota VIP Trump dalam rapat umum, tetapi dia tidak tahu siapa.

Setelah melanggar Capitol, Watkins menggambarkan pemandangan di dalam gedung seperti yang dia lihat.

“Bagi saya, itu adalah hal terindah yang pernah saya lihat sampai kami mulai mendengar kaca pecah. Saat itulah kami tahu segalanya menjadi sangat buruk,” ujarnya kepada Ohio Capital Journal.

“Beberapa orang membajak apa yang dimulai sebagai gerakan damai,” lanjutnya.

Dia juga menulis kerusuhan itu di layanan jejaring sosial Parler. “Ya. Kami menyerbu Capitol hari ini. Teargassed, seluruhnya, 9. Mendesak masuk ke Rotunda. Bahkan berhasil masuk ke Senat,” tulisnya.

Dia juga memosting tuliaan lain yang dijadikan barang bukti oleh FBI. “Kami tidak pernah menghancurkan apa pun, mencuri apa pun, membakar apa pun, dan sejujurnya kami sangat menghormati Capitol Hill PD sampai mereka menyerang kami. Kemudian kami berdiri tegak dan menarik garis,” tulisnya.

Di kerusuhan Capitol itu, Watkins dan banyak orang lainnya mengenakan perlengkapan tempur berupa helm balistik, seragam Angkatan Darat, dan kacamata.

Video menunjukkan satu kelompok yang terdiri lebih dari selusin orang, dalam formasi, saling berpegangan tangan, berbaris menaiki tangga Capitol.

Jaksa federal mengatakan Watkins dan lainnya menggunakan aplikasi telepon Zello, yang bekerja seperti walkie-talkie, untuk berkomunikasi dan merencanakan penyerangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini