Gunung Merapi Meletus, Ganjar: Ini Bukan Kali Pertama, Masyarakat Sudah Siap

Taufik Budi, Okezone · Rabu 27 Januari 2021 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 512 2351947 gunung-merapi-meletus-ganjar-ini-bukan-kali-pertama-masyarakat-sudah-siap-2veSTETHPY.JPG Foto Tangkapan layar media sosial

SEMARANG - Gunung Merapi meletus pada Rabu (27/1/2021). Erupsi yang terjadi sekitar pukul 13.35 WIB itu menimbulkan guguran dan luncuran awan panas dengan jarak luncur sekira 1,5 kilometer ke arah barat daya yakni hulu Kali Krasak dan Boyong.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menegaskan bahwa seluruh masyarakat yang ada di sekitar puncak Merapi dalam kondisi aman. Sebab, sebagian besar masyarakat yang ada di kawasan Kawasan Rawan Bencana (KRB) Merapi telah mengungsi sejak lama.

"Alhamdulillah pengungsi di wilayah Jateng masih terjaga dan terkontrol. Tapi kita tetap siaga. Laporan hari ini sudah saya terima karena saya melototi ini hampir tiap hari," kata Ganjar saat ditemui di rumah dinasnya.

Dia menyebutkan bahwa area-area yang berpotensi terkena awan panas dan longsoran dari erupsi Merapi hari ini masih cukup jauh. Akan tetapi, masyarakat tetap harus waspada agar tidak ada yang menjadi korban.

"Kalau laporannya, arahnya ke Boyong dan Krasak, jadi Boyong itu di Jogja dan Krasak di sekitar Magelang. Dan di lokasi itu, relatif penduduknya sudah diminta untuk mengungsi. Klaten dan Boyolali sampai hari ini untuk sekitar area itu juga masih aman. Warga semua masih kita minta mengungsi dan bantuan terus kita berikan," jelasnya.

Baca Juga: Gunung Merapi Meletus, BPPTKG: 36 Kali Luncurkan Awan Panas

Menurutnya, dengan kondisi luncuran tersebut ancaman terbesar kemungkinan terjadi di Yogjakarta, yakni tepatnya di sekitar Turgo dan Kinarjo. Meski begitu, dia meminta semua masyarakat Jateng tetap siaga.

Terkait hujan abu yang melanda beberapa wilayah, Ganjar mengatakan bahwa bantuan masker sudah otomatis tersedia. Seluruh kebutuhan sudah disiapkan, tidak hanya masker, tapi tempat perlindungan dan lainnya.

"Karena ini bukan yang pertama, maka masyarakat relatif siap. Masker itu setiap erupsi kami menyiapkan, tapi karena ini ada pandemi, maka masker itu sudah melekat. Namun tetap kami siapkan seandainya dibutuhkan lebih banyak nantinya," jelasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini