Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Banyak Kiriman Jenazah Covid-19, TPU Bambu Apus Atur Strategi Liang Lahat

Mohamad Yan Yusuf , Jurnalis-Jum'at, 29 Januari 2021 |14:49 WIB
Banyak Kiriman Jenazah Covid-19, TPU Bambu Apus Atur Strategi Liang Lahat
TPU Bambu Apus.(Foto:Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Banyaknya kiriman jenazah Covid-19 ke TPU Bambu Apus, membuat Pemkot Jakarta Timur mengatur strategi liang lahat di kawasan itu.

Hal itu terungkap usai Pemkot Jakarta Timur melalui akun instagramnya, @kominfotik_jt mempostinganya, Jumat (29/1/2021) lalu.

Dalam postingan itu diungkapkan bila Pengawas Pelaksana Khusus Pemakaman Covid-19 TPU Bambu Apus, Muhaimin tengah berstrategi dalam pengadaan lahan makam.

Baca Juga: Duh! Tukang Pikul Jenazah Covid-19 Mogok, Keluarga Angkut Sendiri ke Liang Lahat

“Mengingat lahan yang terbatas, maka pihaknya membuat stategi baru agar bisa memiliki daya tampung lebih. Biasanya, per petak makam 2,5 x 1,5 meter persegi, kini diringkas menjadi 1,2 x 2,2 meter persegi per lubang/petak makam,” ucapnya dalam caption yang diposting.

Sebelumnya, TPU Bambu Apus mengakui bila pihaknya mendapatkan kiriman jenazah pasien Covid-19. Kondisi ini membuat jumlah liang lahat disana nyaris penuh. Bahkan kurang dari sepekan 24 persen liang lahat disana diisi oleh jenazah Covid-19.

Baca Juga: Anak Buah Anies Jelaskan Anggaran Rp185 Miliar untuk Pembelian Lahan Makam Covid-19

Meski kali ini pemakaman jauh lebih kecil, namun Muhaimin memastikan pihaknya masih membatasi jarak antar makam sebesar 40 sentimeter setiap sisinya saat memasukkan peti jenazah.

Dengan penghematan ukuran ini, lanjutnya, pihaknya dapat menambah jumlah lubang atau petak makam. Hal ini membuat luasan sementara di TPU Bambu Apus menjadi lebih luas untuk digunakan, yakni 3.000 meter persegi, terbagi atas 4 blad, dengan rincian 3 blad untuk pemakaman Covid-19, dan 1 blad untuk pemakaman umum.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement