Pada kesempatan tersebut, Gubernur menjelaskan terkait informasi adanya pernyataan dari petani yang hanya menghasilkan 1,4 ton per hektar, agar hal ini jangan digeneralisasi. Gubernur mengutarakan, untuk menindaklanjuti informasi tersebut, Pemprov Kalteng akan menurunkan tim ahli untuk mengkaji kebenarannya.
“Jangan sampai percikan kecil, jadi menutup keberhasilan yang ada. Tim akan evaluasi, kita memiliki ahli, idealnya para ahli yang berpendapat dengan hasil kajian keilmuannya. Kita akan ubah stigma eks PLG sebagai penyumbang kebakaran menjadi penyeimbang kesejahteraan,” pungkasnya.
Terakhir, Gubernur menyampaikan, khusus untuk rencana panen Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, Pemprov Kalteng berpandangan akan lebih diundang ke Kecamatan Bataguh, supaya masyarakat sekitar dan umumnya Kalteng mendapatkan dampak positif, diantaranya penyediaan dan pembenahan infrastruktur.
CM
(Yaomi Suhayatmi)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.