INGGRIS – Remaja asal Inggris ini terbaring koma selama hampir setahun dan dilaporkan terkena virus Covid-19 sebanyak dua kali.
Joseph Flavill, 19, atau kerap dipanggil Joe diketahui mengalami koma setelah tabrakan mengenaskan. Joe, sedang belajar untuk A-level di Akademi de Ferrers di Burton, ketika dia mengalami kecelakaan naas itu.
Dia ditabrak mobil saat berjalan di dekat rumahnya di Tutbury, Staffordshire, pada 1 Maret tahun lalu, tiga minggu sebelum penguncian nasional pertama Inggris dimulai.
Dia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Leicester, menghabiskan enam bulan dalam keadaan koma, kemudian dipindahkan ke Adderley Green sebuah pusat rehabilitasi saraf di Stoke-on-Trent empat bulan lalu.
(Baca juga: 72 Gangster Narkoba "Tak Tersentuh" Ditangkap, Dipenjara 221 Tahun)
Sejak itu dia menghabiskan hampir 11 bulan dalam keadaan koma. Selama waktu itu dia telah tertular Covid dua kali, satu kali saat dia masih koma dan satunya lagi saat dia bangun dari koma.
Kondisi kesehatan Joe terus membaik. Dia bisa membuka mata dan mulai menggerakkan anggota tubuhnya ketika disuruh melakukannya.
“Awalnya matanya terbuka tetapi dia tidak menanggapi apa pun, tetapi selama beberapa minggu terakhir dia mengambil langkah-langkah luar biasa,” terang sang bibi Sally Flavill-Smith, dikutip Daily Mail.
“Dia membuat kemajuan yang sangat bagus. Kami harus mencoba untuk tetap positif,” ujarnya.
“Dia pasti membuat kemajuan,” tambahnya.
(Baca juga: Berpesta di Atas Kapal, 70 Orang Ditangkap dan Dikenai Denda Sebesar Rp15 Juta)
Karena pembatasan virus korona, keluarga Joe tidak dapat mengunjunginya tetapi mereka berkomunikasi melalui Facetime. Bibinya mengatakan jika wajah Joe selalu terlihat “bersinar” ketika dia melakukan hubungan video call dengan teman dan keluarganya.
“Ini yang terbaik yang kami lihat baru-baru ini. Ini mungkin tampak seperti kemajuan kecil, tetapi fakta bahwa dia dapat melakukan tos high five dengan perawat adalah langkah yang sangat besar,” ungkapnya.
“Sangat sulit bagi ibunya untuk tidak bisa melihatnya,” tambahnya.
“Kami juga tidak tahu seberapa banyak yang dia pahami karena kecelakaannya sebelum penguncian pertama dan itu hampir seperti dia tertidur selama pandemi,” lanjutnya.
“Sulit karena kami tahu dia lebih waspada, tetapi bagaimana Anda menjelaskan pandemi kepada seseorang yang telah koma?,” terangnya.
“Cedera otak sangat tidak diketahui, jadi kami belum diberi gambaran tentang apa yang sebenarnya diharapkan,” ungkapnya.
Sang ibunda diizinkan menghabiskan waktu bersamanya di rumah pada hari ulang tahunnya yang ke-19 tahun, tetapi harus menjaga jarak secara sosial.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.