Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PKB: Indonesia Bisa Menjadi Mercusuar Energi Terbarukan

Abdul Rochim , Jurnalis-Selasa, 02 Februari 2021 |19:30 WIB
PKB: Indonesia Bisa Menjadi Mercusuar Energi Terbarukan
Fathan Subchi (Foto: Abdul Rochim)
A
A
A

JAKARTA – Potensi energi terbarukan di Indonesia begitu besar. Sayangnya, hingga saat ini potensi tersebut masih belum tergarap maksimal. Keberadaan Badan Pengelola Energi Baru Terbarukan (BPEBT) diyakini bakal mampu mengeksplorasi percepatan penggunaan energi terbarukan di Indonesia sehingga mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

”Dengan potensi yang kita miliki, Indonesia bisa menjadi mercusuar pemanfaatan energi terbarukan maka dibutuhkan adanya lembaga khusus yang bisa mempercepat studi maupun investasi penggunaan energi baru terbarukan di Indonesia seperti BPEBT,” ujar Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR Fathan Subchi, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Pembentukan Badan Pelaksana Energi Baru Terbarukan, Perlukan Dilakukan? di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Baca Juga: Satgas: PPKM Efektif jika Masyarakat Patuh Prokes dan Ada Penegakan Pemda

Hadir dalam FGD tersebut Anggota Komisi VII DPR dari FPKB Ratna Juwita Sari, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi, Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dan Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Suryadarma. FGD ini merupakan bagian dari diskusi mingguan yang digelar oleh Fraksi PKB DPR.

Fathan mengatakan, saat ini di banyak negara di dunia telah terjadi tren transisi energi dari fosil ke energi terbarukan. Banyak negara di Eropa maupun Amerika yang telah menginvestasikan miliaran dolar untuk pengembangan energi terbarukan. Bahkan China, India, dan Singapura secara serius mengembangkan energi terbarukan dari tenaga surya maupun tenaga angin.

”Transisi energi dari fosil ke energi terbarukan memang tidak bisa dihindarkan mengingat kian menipisnya cadangan minyak dunia dan tuntutan agar masyarakat dunia secara serius aktif terlibat dalam konservasi lingkungan hidup,” ujarnya.

Ironisnya, kata Fathan, disaat negara lain serius melakukan transisi ke energi terbarukan, wacana tersebut di Indonesia seolah dibahas sambil lalu saja. Padahal produksi lifting migas cenderung tak mencapai target yang telah ditetapkan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement