Modus Beri Uang Jajan Rp1.000, Residivis Pembunuhan Cabuli 6 Anak

INews.id, · Rabu 03 Februari 2021 21:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 340 2356076 modus-beri-uang-jajan-rp1-000-residivis-pembunuhan-cabuli-6-anak-6XiGBy103z.jpg Ilustrasi pelecehan seksual (Shutterstock)

BATAM - Dengan bermodus memberikan uang jajan Rp1.000, residivis kasus pembunuhan Udin Tato (47), mencabuli 6 anak. Ditreskrimum Polda Kepri berhasil menangkap pelaku di tempat tinggalnya di Kota Batam.

"Tersangka Udin Tato ini ditangkap oleh tim Subdit IV dan piket fungsi Ditreskrimum Polda Kepri saat berada di tempat tinggalnya di kawasan Batubesar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam pada Selasa (2/2/21) pukul 01.50 WIB dini hari," kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, Rabu (3/2/2021).

Dia menjelaskan, kronologi kejadian berawal pada Senin (1/2/2) sekitar pukul 23.30 WIB, datang seorang wanita dewasa yang merupakan ibu dari seorang anak perempuan berumur 4 tahun. Ibu korban mengaku anaknya dicabuli pelaku yang masih tetangganya.

"Jadi, saat korban selesai melaksanakan kegiatan pengajian di masjid perumahannya lalu tersangka ini mengajak anak tersebut dengan berpura-pura akan dibelikan bakso, kemudian tersangka melakukan aksi bejatnya yaitu mencabuli korban di pondok penggalian pasir sekira jam 19.30 WIB," kata Dhani.

Setelah mencabuli korban, tersangka memberikan uang kepada korban sebesar Rp1.000. Setelah itu, tersangka pulang ke rumah dan melakukan masturbasi.

"Menurut pengakuan tersangka juga bahwa dia melakukan hal tersebut dalam kondisi mabuk akibat mengonsumsi minuman keras, lalu hasratnya muncul dan melampiaskan dengan hal bejat tersebut," ujar Dhani.

Baca Juga : Peternak Bebek Cabuli 3 Bocah SD Tetangganya, Begini Modusnya

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka, kata Dhani, ada lima anak perempuan dengan kisaran umur 4-7 tahun.

Tersangka merupakan risidivis kasus pembunuhan di Dabok Singkep pada 2004 yang lalu dan telah menjalani hukumannya selama 6 tahun.

"Modus operandinya adalah tersangka melakukan bujuk rayu terhadap anak di bawah umur dengan memberikan uang jajan sebesar Rp1000," katanya.

Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat Pasal 82 Ayat (1) dan Ayat (4) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Baca Juga : Diiming-imingi Uang dan Rokok, Siswi Dicabuli Petani 

"Ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda sebanyak Rp15 miliar," kata Dani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini