Viral Video Bullying Gadis ABG di Indramayu, Polisi Periksa Pelaku

Fathnur Rohman, Okezone · Kamis 04 Februari 2021 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 525 2356385 viral-video-bullying-gadis-abg-di-indramayu-polisi-periksa-pelaku-TYEKhbEBBW.jpg (Foto: Tangkapan layar video video viral)

INDRAMAYU - Sebuah video menangkap tindakan penganiayaan dan perundungan (bullying), yang melibatkan sejumlah gadis muda atau ABG di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Video tersebut lantas viral di media sosial.

Video ini pertama kali diunggah akun Facebook Bagus Cellular Jatibarang, pada 2 Februari 2021. Akan tetapi, saat ini pemilik akun sudah menghapus video tersebut. Meski demikian, video perundungan ini telah tersebar luas di medsos.

Video berdurasi sekitar 2.29 menit ini, menampilkan seorang gadis ABG yang dianiaya oleh dua orang gadis lainnya. Video tersebut diduga direkam oleh teman pelaku. Sampai sekarang, belum diketahui pasti di mana lokasi video itu diambil. Namun, dalam video tersebut pelaku perundungan melakukan aksinya di sebuah jalan di areal pemakaman.

Tersebarnya video perundungan ini mendapat respons dari netizen. Mereka geram lantaran ada dua orang laki-laki dalam video tersebut. Keduanya seolah-olah membiarkan pelaku perundungan menganiaya korban.

Baca juga: Tertangkap Ngamar dengan Selingkuhan, Suami di Palembang Dihujani Tamparan Istri Sah

Menanggapi viralnya video tersebut, Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Luthfi Olot Gigantara, mengaku pihaknya sudah menyelidiki kasus tersebut. Lutfhi menyampaikan pelaku maupun korban masih berusia 14 tahun.

"Rata-rata masih 14 tahun. Sudah ada enam orang yang sudah dimintai keterangan," kata Lutfhi dalam keterangan yang diterima MNC Portal Indonesia, Kamis (4/2/2021).

Baca juga: Viral Desa 'Mati' di Majalengka, Ditinggal Warganya karena Sering Kena Bencana

Lutfi menambahkan, pihaknya bakal mengupayakan diversi untuk menangi kasus tersebut, sebagaimana yang diatur dalam peradilan pidana anak. Sebab, pelaku dan korban masih di bawah umur.

"Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak, dari proses peradilan pidana di luar proses peradilan pidana," ucap dia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini