PBB: Pemimpin Al Qaeda Ditangkap

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 05 Februari 2021 09:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 18 2356885 pbb-pemimpin-al-qaeda-ditangkap-9v5SwwmnJm.jpg Pemimpin Al-Qaeda Khalid Batarfi ditangkap (Foto: CNN)

Penangkapan Batarfi adalah yang terbaru dari serangkaian kemunduran AQAP. Pada Februari 2020, pemerintah AS mengumumkan bahwa pendahulu Batarfi, Qassim al-Rimi, telah tewas dalam serangan udara di Yaman.

Menurut Departemen Kehakiman AS, hal itu menyusul serangan penembakan mematikan pada Desember 2019 di Naval Air Station Pensacola oleh seorang perwira angkatan udara Saudi yang berkoordinasi dengan AQAP.

"Selain kehilangan kepemimpinan, AQAP menderita erosi jajarannya yang disebabkan oleh perbedaan pendapat dan desersi," dan terpaksa bubar dari Kegubernuran Bayda setelah kekalahan militer yang signifikan,” ungkap laporan PBB.

Jaringan Al-Qaeda global disbeut-sebut menghadapi tantangan baru dan mendesak terkait kepemimpinan dan arah strategisnya, menyusul periode yang luar biasa dari para pemimpin seniornya di Afghanistan, Mali, Somalia, Yaman dan provinsi Idlib di Suriah.

Laporan tersebut menyatakan tidak ada negara anggota yang dapat mengkonfirmasi laporan kematian pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri pada Oktober tahun lalu.

Bulan lalu pemerintah AS secara terbuka mengkonfirmasi laporan jika wakilnya Abu Muhammad al-Masri telah terbunuh di Iran pada Agustus tahun lalu.

Laporan PBB menunjukkan kemungkinan barisan berikutnya untuk mengambil alih dari al-Zawahiri adalah Saif al-Adel, seorang veteran Al-Qaeda Mesir seperti al-Masri yang diyakini telah lama tinggal di Iran.

“Jika suksesi al-Zawahiri menjadi diperlukan, mungkin sulit bagi pemimpin baru untuk tinggal di Afghanistan, karena langkah seperti itu dapat berdampak pada kepentingan Taliban, mengingat kewajiban proses perdamaian mereka. . Al-Qaeda diharapkan oleh Negara-negara Anggota untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, tetapi tidak jelas apakah pada akhirnya akan muncul lebih kuat, di bawah kepemimpinan yang lebih dinamis, atau di mana para pemimpinnya pada akhirnya akan menemukan tempat yang aman untuk beroperasi,” beber laporan tersebut.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini