Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diikuti Lebih dari 800 Orang, Inggris Luncurkan Penelitian Campurkan Dua Vaksin Covid-19 Sekaligus

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 05 Februari 2021 |13:34 WIB
Diikuti Lebih dari 800 Orang, Inggris Luncurkan Penelitian Campurkan Dua Vaksin Covid-19 Sekaligus
Inggris luncurkan penelitian pencampuran dua vaksin Covid-19 sekaligus (Foto: Reuters)
A
A
A

"Tidak ada yang akan disetujui untuk digunakan secara lebih luas selain penelitian, atau sebagai bagian dari program penyebaran vaksin kami, sampai para peneliti dan regulator benar-benar yakin bahwa pendekatan tersebut aman dan efektif," katanya.

Wakil Kepala Medis Inggris Jonathan Van-Tam, mengatakan pihaknya mengingat tantangan dalam meluncurkan vaksinasi massal populasi dan "potensi kendala pasokan global," ada keuntungan memiliki data untuk mendukung program imunisasi yang lebih fleksibel, jika diperlukan dan disetujui oleh regulator.

“Bahkan mungkin bahwa dengan menggabungkan vaksin, tanggapan kekebalan dapat ditingkatkan dengan memberikan tingkat antibodi yang lebih tinggi yang bertahan lebih lama; kecuali ini dievaluasi dalam uji klinis kita tidak akan tahu,” kata Van-Tam.

Saat ini, pedoman resmi dari Komite Bersama Vaksinasi dan Imunisasi Inggris menyatakan dosis kedua harus dengan vaksin yang sama seperti untuk dosis pertama.

"Beralih di antara vaksin atau melewatkan dosis kedua tidak disarankan karena ini dapat mempengaruhi durasi perlindungan," tambahnya.

Namun, dalam keadaan tertentu, yakni ketika pasien mengunjungi lokasi untuk vaksinasi kedua dan apa yang diberikan untuk dosis pertama tidak diketahui atau tidak tersedia, pasien boleh menggunakan satu dosis produk yang tersedia secara lokal untuk melengkapi jadwal itu, terutama jika individu tersebut berisiko tinggi terhadap infeksi atau kemungkinan tidak bisa datang lagi.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini tidak merekomendasikan kombinasi vaksin virus corona, karena tidak ada data yang tersedia saat ini yang memeriksa apakah tindakan tersebut masih akan memberikan tingkat perlindungan yang sama.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement