Kasus Pengeroyokan Anggota TNI, 7 Orang Jadi Tersangka dan 1 Buron

Subhan Sabu, Okezone · Jum'at 05 Februari 2021 08:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 340 2356847 kasus-pengeroyokan-anggota-tni-7-orang-jadi-tersangka-dan-1-buron-ZeQNSDjxjj.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

GORONTALO - Polda Gorontalo menangkap delapan orang dalam kasus pengeroyokan terhadap dua anggota TNI di salah satu lokasi tempat hiburan di Kota Gorontalo. Dari delapan orang tersebut, tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan satu masih saksi, sementara satu orang lainnya masih buron.

Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono mengatakan, Ditreskrimum terus bekerja menyelidiki kasus penganiayaan secara bersama-sama tersebut.

"Update terakhir perkembangan penanganan kasus, Ditreskrimum Polda Gorontalo di bawah pimpinan Kombes Pol Deni Okvianto telah menetapkan tujuh tersangka, enam di antaranya sudah dilakukan penahanan," ujar Wahyu di ruang kerjanya, Kamis (4/2/2021).

Berdasarkan hasil penyidikan dari keterangan saksi, ada sembilan orang terduga pelaku berada di TKP saat peristiwa penganiayaan. Bukan 12 atau 10 orang sebagaimana isu yang berkembang di luar.

"Dari sembilan orang, delapan sudah diamankan di Polda Gorontalo dan satu masih dikejar. Ketujuh orang yang sudah ditetapkan tersangka yaitu RD, BP, SL, SK, HI, MP dan MD. Satu masih status saksi. Dari tujuh tersangka tersebut, enam orang ditahan dan satu masih dalam perawatan kesehatan,” kata Wahyu.

Para tersangka dijerat Pasal 170 ayat (2) ke-1 subs Pasal 351 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 7 tahun.

Selanjutnya Wahyu berpesan agar semua pihak bisa menahan diri. Percayakan penanganan hukum kepada Polda Gorontalo.

"Kita semua sesalkan terjadinya peristiwa penganiayaan terhadap anggota TNI ini sehingga berdampak terhadap nama Provinsi Gorontalo yang selama ini dikenal sebagai daerah aman. Karena itu kami harap semua pihak dapat menahan diri," ucapnya.

Baca Juga : Bawa Bantuan untuk Korban Banjir, Kapal TNI AD Tiba di Kalsel

Baca Juga : Pengeroyok Anggota TNI hingga Tewas Ternyata Pernah Terlibat Kasus Penusukan

Kapolda beserta Danrem 133 /NWB bersinergi dan saling koordinasi melakukan langkah-langkah untuk menjaga kamtibmas di wilayah Provinsi Gorontalo tetap aman dan kondusif,

"Kasus ini sudah ditangani Polda Gorontalo. Percayakan kepada kami untuk segera menuntaskannya. Bapak Kapolda beri target satu minggu berkas perkara sudah tuntas dan diserahkan ke JPU. Jangan ada pihak lain yang asal memberi komentar yang dapat memperkeruh suasana. Mari sama-sama kita jaga situasi agar tetap aman dan kondusif,” ujar Wahyu.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini