Isak Tangis Iringi Pemakaman Weni Tania, Wanita yang Tewas Tertancap Bambu di Anal

MNC Portal, · Sabtu 06 Februari 2021 19:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 06 525 2357750 isak-tangis-iringi-pemakaman-weni-tania-wanita-yang-tewas-tertancap-bambu-di-anal-8w0rRqou5u.jpg Foto: MNC Media

GARUT - Jenazah Weni Tania (21), wanita yang tewas dengan bambu tertancap di anus, dimakamkan pihak keluarga pada Sabtu (6/2/2021) siang. Sebelumnya jasadnya sempat dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung untuk diautopsi.

(Baca juga: Warga Digegerkan Penemuan Jasad Wanita dengan Kondisi Anal Tertancap Bambu)

Jasad perempuan berusia 21 tahun tiba di rumah duka sekitar pukul 13.00 WIB menggunakan mobil ambulans. Warga di Kampung Ciloa Tengah, Desa Sindangratu, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tempat Weni tinggal, berdatangan ke rumah duka.

Sekitar satu jam berada di rumah duka dan disholatkan, jenazah Weni lalu dibawa ke pemakaman keluarga yang letaknya tak jauh dari tempat tinggal almarhumah.

(Baca juga: Isu Kudeta AHY, Demokrat Ungkap Pertemuan Jhoni Allen dengan Nazaruddin)

Sejumlah kerabat dan teman-teman Weni sempat pingsan dan menangis saat melihat jasad Weni dibungkus kantung jenazah. Warga di Ciloa Tengah pun mengantarkan Weni untuk yang terakhir kalinya ke tempat peristirahatan terakhir.

Kepala Desa Sindangratu Yuyu Sumia mengatakan, pihak keluarga saat ini masih menunggu hasil penyelidikan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Garut, soal kematian Weni.

Sejumlah spekulasi terkait kematian Weni diakui Yuyu memang beredar di masyarakat. "Cuma kan kita tidak bisa menyimpulkan. Ada polisi yang bekerja untuk mengetahui penyebab kematiannya," kata Yuyu seusai pemakaman Weni.

Yuyu menyebut Weni sebagai sosok pendiam. Dia hidup sendiri di rumah karena ayahnya sudah meninggal dunia. Sedangkan ibunya merantau ke Arab Saudi menjadi tenaga kerja wanita atau TKW.

Di sekitar rumah Weni, masih banyak saudaranya yang tinggal. Anak bungsu dari dua bersaudara itu biasa ditemani oleh bibinya yang rumahnya masih satu kampung.

"Anaknya juga dikenal baik, enggak banyak aneh-aneh. Makanya banyak yang nanya kok sampai bisa meninggal dengan kondisi seperti itu," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Muncanglega, RT 02/07, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Sucinaraja, geger setelah ditemukan jasad wanita di tepi kKali Muncang, anak sungai Cimalaka, Jumat (5/2/2021) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kondisi korban yang mengenakan baju kuning dan celana jins itu mengenaskan. Bagian anus korban tertusuk bambu. Sedangkan bagian kepalanya terhimpit batu.

Penyidik Satreskrim Polres Garut telah keterangan kepada keluarga dan teman korban. Korban Weni sempat hilang sejak hari Selasa (2/2/2021). "Awalnya anggota kesulitan mengidentifikasi korban. Namun setelah meminta keterangan, warga ada yang mengenalinya," katanya.

Korban Weni Tania merupakan warga Kampung Ciloa Tengah RT 03/03, Desa Sindangratu, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Semasa hidup, Weni dikenal pendiam, tertutup, dan jarang bergaul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini