Daftar Napi Korupsi di Lapas Sukamiskin yang Positif Covid-19, Apa Kabar Setnov?

Arif Budianto, Koran SI · Senin 08 Februari 2021 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 525 2358451 daftar-napi-korupsi-di-lapas-sukamiskin-yang-positif-covid-19-apa-kabar-setnov-vl8grPaycZ.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

Menurut Kalapas Sukamiskin, saat ini mayoritas warga binaan yang positif Covid-19 dalam keadaan baik atau masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Mereka saat ini menjalani proses isolasi mandiri di selnya masing masing.

"Mereka tidak ada yang keluar. Mereka mayoritas OTG dan kondisinya baik baik saja. Kami juga melakukan pelayanan bagi yang di isolasi. Kami beri makanan, vitamin, dan lainnya," tutur Kalapas Sukamiskin.

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 57 warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana (napi) baik kasus korupsi maupun umum di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin, Kota Bandung, terkonfirmasi positif terpapar Covid-19. Sebanyak 48 napi terkonfirmasi positif Covid-19 setelah Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Lapas Sukamiskin menggelar tes swab PCR pada Kamis (4/2/2021) lalu.

Tes swab massal itu diikuti oleh 458 orang. Perinciannya 358 narapidana dan 100 petugas Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Jawa Barat.

Kepala Lapas Sukamiskin Asep Sutandar mengatakan, berdasarkan hasil tes swab pekan lalu, sebanyak 51 orang dinyatakan terkonfirmasi positif. Dari jumlah tersebut, 48 orang adalah narapidana dan tiga orang lainnya petugas Lapas. Sementara enam orang lainnya adalah napi yang telah terlebih dulu terdeteksi Covid-19.

"Dari 51 yang positif, tiga orang adalah petugas Lapas. Sekarang, 47 orang melakukan isolasi mandiri di sel masing masing dan empat orang sedang dilakukan perawatan di rumah sakit," kata Asep, Senin(8/2/2021).

Menurut dia, pihaknya tidak bisa memastikan mereka terpapar dari mana. Karena perlu tracing secara cermat. Namun, kata dia, selama pandemi Lapas Sikamiskin ditutup untuk kunjungan. Hanya pengacara yang masih berproses dengan napi yang bisa masuk.

"Kami tidak tau (mereka terpapar virus Corona) dari mana. Tracking kan tidak mudah. Apalagi kunjungan juga di-stop. Kami sudah lakukan protokol kesehatan dan tidak ada kunjungan," ujar dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini