Pakar Penyakit Menular: Manusia Rusak Habitat Alam, Covid-19 Tidak Akan Hilang 6 Tahun ke Depan

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 11 Februari 2021 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 18 2360353 pakar-penyakit-menular-manusia-rusak-habitat-alam-covid-19-tidak-akan-hilang-6-tahun-ke-depan-ZumcMxoLwR.jpg Pakar Penyakit Menular Dr. Sanjaya Senanayake (Foto: AAP/PA Images)

INGGRIS – Seorang ahli telah membuat prediksi yang mengerikan jika virus Covid-19 akan terus membayang-bayangi dunia selama enam tahun ke depan.

Pakar penyakit menular Dr Sanjaya Senanayake mengatakan pandemi akan menjadi lebih umum terjadi di masa depan karena cara umat manusia "semakin banyak mengganggu habitat alami".

Dan dengan program vaksin yang hanya berjalan di 70 negara, perlu waktu lama sebelum perlindungan di seluruh dunia menjadi kenyataan.

"Pada tingkat vaksinasi saat ini, diperkirakan kami tidak akan mencapai cakupan global 75% dengan vaksin selama sekitar enam tahun," katanya kepada National Press Club, Rabu (10/2).

"Bukan satu atau dua tahun tapi enam tahun,” tegasnya.

Dia memperingatkan di 70 negara termiskin di dunia, hanya 10% orang yang akan diimunisasi pada akhir 2021.

(Baca juga: 3 Warga Kuba Diselamatkan Setelah Terdampar 33 Hari di Pulau Tak Berpenghuni)

Menurut dia, itu bukan hanya masalah bagi negara-negara itu, tetapi bagi kita semua, karena sifat pandemi berarti situasinya tidak akan terselesaikan sampai virus corona dihilangkan atau setidaknya dikendalikan di setiap bagian dunia.

Sejak kasus pertama yang dilaporkan, SARS-CoV-2 telah bermutasi menjadi beberapa jenis yang berbeda, dan akan terus berlanjut hingga penularan komunitas diturunkan ke tingkat yang dapat dikelola.

Berbicara langsung kepada Australia, yang telah memesan 50 juta dosis vaksin Oxford / AstraZeneca untuk diproduksi di Melbourne akhir tahun ini, Dr Senanayake mengatakan bangsa tersebut tidak akan melihat manfaatnya sampai negara asing juga mencapai tingkat kekebalan yang efektif.

"Jika kita melanjutkan peluncuran vaksin global ini sementara di bagian lain dunia infeksi terus tidak terkendali, maka kita akan melihat jenis yang lebih jahat muncul yang mungkin berdampak lebih jauh pada kemanjuran vaksin," lanjutnya.

(Baca juga: Bohong Pernah Capai Puncak Everest, 2 Pendaki Ini Dilarang Naik Semua Gunung di Nepal)

"Oleh karena itu, jika Anda percaya pada nasionalisme vaksin ... Anda juga harus merangkul altruisme vaksin dan memastikan bahwa vaksin diberikan dalam jumlah yang cukup dan tepat waktu ke negara berkembang,” urainya.

Setahun yang lalu Dr Senanayake meramalkan jika virus corona akan menghilang selama musim panas tetapi kembali lagi di musim dingin dengan kekuatan yang lebih besar.

Pada saat itu, virus tersebut hanya menewaskan 1.500 orang dan belum menjadi masalah serius di Inggris.

Dia sempat mengatakan tingkat infeksi turun secara signifikan selama bulan-bulan, meskipun sayangnya tidak pernah hilang sama sekali.

Kembalinya musim dingin juga menjadi kenyataan pahit jika kasus-kasus infeksi terus meroket pada Desember tahun lalu dan Januari lalu. Hal ini mendorong Pemerintah Inggris untuk menerapkan penguncian yang belum berakhir.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Boris Johnson diharapkan akan mengungkapkan rencananya untuk keluar dari lockdown pada 22 Februari mendatang.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini