WHO: Virus Covid-19 Mungkin Berasal dari Kepala Babi Impor

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 11 Februari 2021 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 18 2360417 who-virus-covid-19-mungkin-berasal-dari-kepala-babi-impor-AdGkzOq3M7.jpeg Babi (Foto: Reuters)

WUHAN – Para ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal usul virus Covid-19 di Wuhan, mengatakan virus corona mungkin berasal dari kepala babi impor.

Beijing telah menangguhkan impor produk makanan beku setelah bukti menunjukkan virus Sars-CoV-2 asli mungkin telah tiba di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan dengan cara itu.

Otoritas kesehatan China telah berulang kali melaporkan menemukan virus Covid-19 pada makanan beku termasuk kepala babi dan makanan laut, kedua produk tersebut kemungkinan besar telah dijual di Pasar Huanan.

Teori "transmisi rantai dingin" dibahas secara mencolok pada konferensi pers di Wuhan pada Selasa(9/2). Saat itu tim ilmuwan internasional dari WHO mempresentasikan temuan penyelidikan selama sebulan mereka.

"Sars-CoV-2 dapat bertahan dalam kondisi yang ditemukan dalam makanan beku, kemasan dan produk rantai dingin," kata pejabat Komisi Kesehatan Nasional Liang Wannian.

(Baca juga: Jangan Khawatir, Covid-19 Tidak Dapat Menyebar Lewat Bola Tenis atau Kriket)

Jika terbukti benar, ini akan mendukung teori China jika virus corona berasal dari luar Wuhan dan telah menginfeksi manusia sebelum infeksi Desember 2019 yang memulai pandemi global.

Pada Juni tahun lalu, Beijing dilaporkan menderita wabah Covid-19 pertama dalam 55 hari di pasar grosir makanan. Hal ini sempat membuat para penyelidik kebingungan, sampai akhirnya mereka menemukan kesamaan genetik antara infeksi dan sisa virus pada salmon beku impor.

Otoritas China mencoba menghubungkan beberapa wabah lagi dengan makanan impor, termasuk insiden November yang melibatkan kepala babi yang diimpor dari Amerika Utara.

Pejabat menemukan dua pekerja di kota pelabuhan Tianjin telah terinfeksi virus corona melalui kepala hewan, setelah menemukan sisa-sisa virus yang mirip secara genetik di tanah setelah kepala tersebut secara tidak sengaja terjatuh.

Namun otoritas kesehatan setempat tidak mengatakan apakah kepala babi itu telah dites positif terkena virus.

(Baca juga: Media Inggris: Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh dengan Senjata Satu Ton Selundupan Israel)

Pada konferensi pers itu, Daniel Lucey, seorang spesialis penyakit menular di Pusat Medis Universitas Georgetown di AS mengatakan teori makanan beku tidak tampak seperti "penjelasan yang sangat mungkin sah" dan akan membutuhkan studi banding untuk dibuktikan.

"Dari semua pasar makanan laut di China dan Asia dan di seluruh dunia, bagaimana kemasan rantai dingin akhirnya menyebabkan wabah pertama kali di Wuhan?"tanya.

Namun Dale Fisher, seorang dokter penyakit menular di National University of Singapore, mengatakan "masuk akal" bagi tim WHO untuk mempertimbangkan teori tersebut.

“Teori rantai dingin [transmisi] benar-benar muncul dari gagasan jika ada wabah yang terjadi di pabrik pengolahan daging di negara lain,” katanya.

"Tapi sangat tidak mungkin ada penyebaran penyakit yang meluas terjadi sebelum Wuhan,” lanjutnya.

Tim WHO mengatakan teori yang menyatakan virus yang melompat ke manusia dari hewan perantara tetap menjadi yang paling mungkin, tetapi penelitian lebih lanjut tentang teori rantai dingin diperlukan untuk diselidiki.

Mereka menambahkan jika teori virus corona yang “bocor” dari Institut Virologi Wuhan ini "sangat tidak mungkin".

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini