Foto-Foto NASA Ungkap "Sungai Emas" di Amazon

Agregasi BBC Indonesia, · Jum'at 12 Februari 2021 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 12 18 2361004 foto-foto-nasa-ungkap-sungai-emas-di-amazon-DOPCH4iC4O.jpg Foto-foto NASA ungkap penambangan emas (Foto: NASA)

PERU - Foto-foto yang dirilis Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengungkap luasnya penambangan emas - sebagian besar dianggap ilegal - di hutan hujan Amazon di  Peru.

NASA menyatakan “sungai emas" yang ditangkap dalam gambar sebenarnya adalah lubang-lubang yang diyakini telah digali oleh penambang tanpa izin.

Lubang-lubang tambang itu, biasanya tersembunyi dari pandangan, lalu jadi terlihat akibat pantulan sinar matahari.

Seorang astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mengambil foto-foto menakjubkan yang langka itu pada Desember tahun lalu.

Gambar-gambar tersebut menambah bukti tentang skala kerusakan di wilayah Madre de Dios, Peru tenggara, akibat penambangan emas.

(Baca juga: Menginspirasi Orang Lain Berhubungan Seks, Pasangan ini Raup Rp1 Miliar)

Peru adalah negara pengekspor emas terbanyak. Madre de Dios adalah kawasan tempat industri besar yang beroperasi tanpa izin dan mempekerjakan ribuan penambang.

Kawasan tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan industri ekstraktif telah menyebabkan deforestasi besar-besaran dan kerusakan habitat penting bagi satwa liar.

Penambangan emas juga meracuni masyarakat setempat karena para penambang menggunakan berton-ton merkuri untuk mengekstraksi komoditas berharga itu.

Para ilmuwan mengatakan sejumlah besar merkuri dilepaskan ke sungai atau atmosfer.

Lubang-lubang tempat para penambang mencari emas tampak sebagai ratusan cekungan berisi air, dikelilingi oleh lumpur di tempat vegetasi yang telah dihilangkan.

(Baca juga: Tabrakan Beruntun 100 Kendaraan Mobil dan Truk, 5 Orang Tewas)

Para penambang mengikuti rute sungai tua tempat sedimen, termasuk mineral, terendapkan.

Di beberapa bagian wilayah, yang merupakan rumah bagi beberapa spesies termasuk monyet, jaguar, dan kupu-kupu, para ilmuwan percaya jika pertambangan adalah penyebab utama deforestasi.

Menurut organisasi Monitoring of the Andean Amazon Project, pada Januari 2019, sebuah studi menemukan pertambangan emas menghancurkan sekitar 22.930 hektare hutan hujan Amazon Peru pada 2018.

Didukung oleh kenaikan harga emas, masyarakat dari komunitas lokal yang berada dalam kondisi miskin melihat peluang untuk mencari nafkah dari pertambangan. Pada 2012, diperkirakan ada 30.000 penambang skala kecil yang bekerja di wilayah subur tersebut.

Di bagian lain Peru, La Pampa, “demam” emas yang berlangsung hampir satu dekade akhirnya dihentikan oleh pemerintah pada 2019 ketika sekitar 5.000 penambang diusir.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini