Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wisatawan Puncak Bogor di-Rapid Test Antigen Massal

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Jum'at, 12 Februari 2021 |18:37 WIB
 Wisatawan Puncak Bogor di-Rapid Test Antigen Massal
Rapid Test Antigen Massal di Puncak (foto: Dok Humas Pemkab Bogor)
A
A
A

BOGOR - Sejumlah wisatawan melakukan rapid tes antigen massal di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat (12/2/2021). Hal itu untuk mengoptimalkan pemberlakuan PPKM serta memininalisir penyebaran covid-19 saar libur panjang Imlek dan akhir pekan.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, ada tiga titik pos pemeriksaan rapid test antigen yakni Pasar Cisarua, Alam Sutera dan Cimory. Pemeriksaan dilakukan secara acak dengan sasaran wisatawan di Puncak.

"Mereka yang sudah lolos pemeriksaan surat rapid antigen, tidak luput dari pemeriksaan rapid test antigen di tiap pos yang sudah kita sediakan. Ketika mau masuk hotel atau tempat wisata tetap harus rapid test antigen dulu jika memang ngotot mau kesini. Jika tidak kami minta mereka untuk putar balik," kata Ade Yasin, dalam keterangannya.

Baca juga:  Viral Antrean Rapid Test Antigen Mengular di Stasiun Senen, Tak Ada Jaga Jarak

Ade Yasin menambahkan, setiap pos disediakan 100 paket swab Antigen bagi para wisatawan yang akan memasuki kawasan Puncak Kabupaten Bogor dan 5.000 paket swab antigen tambahan dari BNPB.

"Ini kita lakukan setiap libur dan akhir pekan Sabtu-Minggu. Kita harus tegas karena pandemi sudah tidak bisa diajak kompromi. Dalam penegakan juga tidak ada kompromi. Tadi juga ada pemotor yang tidak bermasker saya tegur, " ungkap Ade Yasin.

 Baca juga: Kepala KKP Bandara Soetta Ingatkan Masa Berlaku Rapid Test Antigen 3 Hari, PCR 7 Hari

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Harun menegaskan pihaknya akan menambah jumlah paket rapid test antigen di tiap titik pos pemeriksaan untuk meminimalisir peningkatan jumlah wisatawan.

"Tentu akan kami tambah sesuai kebutuhan, untuk yang dinyatakan positif langsung kita amankan ke Puskesmas oleh Satgas Covid-19 supaya tidak keluyuran mencegah penularan covid-19," ucap Harun.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement