Adik dan Putri Raja Terkurung di Kraton Surakarta, Ini Kata Wakil Pengageng

Bramantyo, Okezone · Jum'at 12 Februari 2021 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 12 512 2361129 adik-dan-putri-raja-terkurung-di-kraton-surakarta-ini-kata-wakil-pengageng-V3r5vAj2ly.jpg Adik dan Anak Pakubowono saat terkurung di dalam kraton (foto: Okezone/Bram)

SOLO - Wakil Pengageng Sasana Wilopo, Kraton Kasunanan Surakarta KRA Dhani Nuradiningrat membantah, bila pihaknya sengaja mengunci adik dan putri Pakubuwono XIII, GKR Wandansari Koes Moertiyah dan Gusti Timoer Rumbai serta tiga Abdi Dalem lainnya di dalam Kraton.

Meskipun dirinya belum mengetahui pasti kebenarannya, namun Dhani menjamin tidak akan ada orang yang terkurung atau terkunci di dalam Kraton.

"Apa betul Gusti Moeng terkunci di dalam Kraton saya enggak tahu. Kebetulan saat ini saya lagi ada diluar kota. Tapi biar saya ada diluar kota, tidak mungkin orang terkunci di dalam keraton," papar KRA Dhani Nuradiningrat saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Jumat (12/2/2021).

Sebaliknya, Dhani menduga bila dua kerabat Kraton berserta Abdi Dalemnya itu tengah mengurung diri di dalam Kraton. Alias tengah menjalani ritual Nyepi di dalam Kraton.

"Mungkin bukan terkurung, tapi mengurung diri di dalam Kraton. Itu bisa saja loh, tapi di bilang terkurung. Soalnya mana mungkin dikurung di Kraton. Karena Kraton itu terbuka untuk siapa saja, asalkan ada ijin dari Sinuhun," papar Dhani.

Baca juga:  Geger! Adik dan Anak Pakubuwono XIII Terkurung di Dalam Kraton

Dhani mempersilahkan Gusti Moeng putri Raja berserta para abdi dalem untuk keluar dari dalam Kraton, bila memang benar mereka terkurung. Bahkan Dhani siap membantu bila mereka mengaku kesulitan keluar dari dalam Kraton.

"Kalau mau ke luar silahkan. Mereka masuk sendiri tanpa izin sinuhun. Silahkan hubungi saya atau kontak saya, nanti saya mintakan izin sinuhun mempersilahkan keluar,"terangnya.

Sebelumnya, suami dari GKR Wandansari Koes Moertiyah, Kanjeng Pangeran (KP) Eddy Wirabumi membenarkan bila istrinya bersama keponakannya yang merupakan anak dari PB XIII dan tiga orang abdi Dalem, terkurung didalam Kraton tak bisa keluar lagi dari dalam Kraton.

Eddy menceritakan awal mula kejadian mengapa istri dan keponakannya serta ketiga abdi dalem lainnya sampai terkurung di Kraton.

Menurut Eddy, pada Kamis siang, istrinya mendengar kabar bila ada mobil berplat nomer RI 10 berkunjung ke Kraton Kasunanan. Saat mengetahui yang berkunjung adalah Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), istrinya berniat untuk menemuinya.

"Gusti mempunyai kepentingan untuk menemui Ketua BPK. Karena apa, karena ada yang ingin disampaikan. Karena beberapa bulan sebelumnya, pihaknya menerima surat dari BPK Semarang prihal menanyakan tanggungjawab keuangan di tahun 2018," papar Kanjeng Wiro -biasa dipanggil-.

Karena melihat pintu Korikamandungan (Pintu utama) Kraton Kasuananan dibuka, setelah ditutup lama oleh pihak Kraton menyusul adaannya konglik internal, istrinya itu, ungkap Kanjeng Wiro, masuk kedalam Kraton.

Namun, setelah istrinya masuk, rupannya pihak Kraton, tanpa sepengetahuan istrinya, memindahkan Ketua BPK keruangan lain. Setelah tamu bergeser ke ruangan lain, pintu utama Kraton itupun langsung ditutup.

"Gusti masuk, setelah Gusti masuk, rupannya tamunnya dipindah ke barat. Setelah tamunya bergeser, Gusti terkunci disini. (Sadar pintu dikunci) Gusti berusaha lewat keputren. Setelah masuk kedalam Keputren, rupannya pintunya juga langsung dikunci, jadi terkunci didalam, dari tadi malam,"terang Kanjeng Wiro.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini