Geger! Adik dan Anak Pakubuwono XIII Terkurung di Dalam Kraton

Bramantyo, Okezone · Jum'at 12 Februari 2021 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 12 512 2361020 geger-adik-dan-anak-pakubuwono-xiii-terkurung-di-dalam-kraton-sUmleRVf8E.jpg Adik dan Anak Pakubowono saat terkurung di dalam kraton (foto: Okezone/Bram)

SOLO - Dua kerabat Kraton Kasunanan Surakarta, bersama tiga abdi dalam Kraton terkurung di dalam sejak Kamis 11 Februari 2021 hingga Jumat 12 Pebruari 2021.

Kedua kerabat Kraton yang terkurung di dalam adalah Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Gusti Kanjeng Ratu Wandansari Koes Moertiyah, atau biasa disapa Gusti Moeng yang merupakan adik kandung dari Pakubuwono ke XIII berserta keponakannya yang juga merupakan anak dari Raja yang bertahta saat ini yakni Gusti Timoer Rumbai. Sedangkan ketiga abdi dalem yang juga ikut terkurung tak bisa keluar lagi dari dalem Kraton.

Baca juga:  2 Momen Bersejarah Iringi Peringatan Berdirinya Karaton Kasunanan Tahun Ini

Suami dari GKR Wandansari Koes Moertiyah, Kanjeng Pangeran (KP) Eddy Wirabumi membenarkan bila istrinya bersama keponakannya yang merupakan anak dari PB XIII dan tiga orang abdi Dalem, terkurung di dalam Kraton tak bisa keluar lagi.

Eddy menceritakan awal mula kejadian mengapa istri dan keponakannya serta ketiga abdi dalem lainnya sampai terkurung di Kraton.

 Baca juga: Dewan Adat Gelar Peringatan Berdirinya Keraton Kasunanan di Desa Sala

Menurut Eddy, istrinya mendengar kabar bila ada mobil berplat nomor RI 10 berkunjung ke Kraton Kasunanan. Saat mengetahui yang berkunjung adalah Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), istrinya berniat untuk menemuinya.

"Gusti mempunyai kepentingan untuk menemui Ketua BPK. Karena apa, karena ada yang ingin disampaikan. Karena beberapa bulan sebelumnya, pihaknya menerima surat dari BPK Semarang prihal menanyakan tanggungjawab keuangan di tahun 2018," papar Kanjeng Wiro -biasa dipanggil-, Jumat (12/2/2021).

Karena melihat pintu Korikamandungan (Pintu utama) Kraton Kasuananan dibuka, setelah ditutup lama oleh pihak Kraton menyusul adaannya konflik internal, istrinya itu, ungkap Kanjeng Wiro, masuk ke dalam Kraton.

Namun, setelah istrinya masuk, rupanya pihak Kraton, tanpa sepengetahuan istrinya, memindahkan Ketua BPK ke ruangan lain. Setelah tamu bergeser ke ruangan lain, pintu utama Kraton itu pun langsung ditutup.

"Gusti masuk, setelah Gusti masuk, rupannya tamunya dipindah ke barat. Setelah tamunya bergeser, Gusti terkunci disini. (Sadar pintu dikunci) Gusti berusaha lewat keputren. Setelah masuk ke dalam Keputren, rupannya pintunya juga langsung dikunci, jadi terkunci di dalam, dari tadi malam," terang Kanjeng Wiro.

Tragisnya, ungkap Kanjeng Wiro, kompor dan gas untuk memasak, juga diambil oleh pihak Kraton. Bahkan listrik di dalam Kraton itupun dimatikan. Praktis, mereka yang terkunci di dalam Kraton, selain berada dikegelapan, juga tak tak bisa memasak makanan dan minuman.

"Untungnya ada abdi dalem yang mempunyai sisa roti semalam. Jadi bisa untuk mengganjal perut. Padahal Gusti, itu baru makan sekali tok sebelum terkunci di dalam Kraton," terangnya.

Sementara itu pantauan MNC Portal Indonesia, beberapa abdi dalem berusaha mengirimkan makanan ke dalam. Namun mereka tak bisa masuk ke dalam. Karena pihak Kraton, tak membukakan pintu pada para abdi dalem ini untuk masuk.

Begitu pula saat para abdi dalem ini berusaha meminta izin langsung pada Raja, dengan mendatangi Sasana Putra, pintu masuk ke kediaman Raja itupun tak juga dibukakan.

Hingga berita ditulis, Gusti Moeng dan Gusti Timur dan Abdi Dalem lainnya masih berada di dalam Kraton. Pihak Lembaga Dewan Adat, berusaha keras mencari jalan agar mereka yang terkurung di dalam Kraton bisa keluar.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini