Hal yang Harus Diperhatikan Petani untuk Hindari Penyelewengan Pupuk Subsidi

Karina Asta Widara , Okezone · Minggu 14 Februari 2021 18:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 14 1 2361897 hal-yang-harus-diperhatikan-petani-untuk-hindari-penyelewengan-pupuk-subsidi-AiT0QV2XxR.jpg Foto : Dok Okezone

JAKARTA - Kementerian Pertanian, bersama PT Pupuk Indonesia, terus mengawal agar pupuk bersubsidi bisa tepat sasaran. Kementan juga mengimbau petani memeperhatikan sejumlah hal agar tidak terjadi penyelewengan pupuk bersubsidi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pengawalan terhadap pupuk bersubsidi akan terus dilakukan.

"Pupuk bersubsidi ini menjadi program pemerintah untuk turut meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung terciptanya kedaulatan pangan. Oleh karena itu, kita harus memastikan program ini tepat sasaran," tegasnya, Minggu (14/2/2021).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengajak petani untuk memabli pupuk bersubsidi di kios resmi.

“Bagi petani, agar penyelewengan bisa dihindari, kami menghimbau untuk selalu membeli pupuk bersubsidi di kios resmi. Tentu dengan memperhatikan ketentuan yang ada,” ujarnya.

Sarwo Edhy menambahkan, penyaluran pupuk bersubsidi memegang prinsip 6T atau 6 Tepat.

"Yaitu tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu dan tepat mutu," jelasnya.

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan pihaknya telah memiliki sejumlah strategi mencegah penyimpangan, seperti pencirian pupuk bersubsidi dengan warna khusus, bag code, dan penyaluran tertutup yang berdasarkan e-RDKK.

"Pupuk subsidi jenis Urea diberi ciri dengan warna merah muda atau pink, sedangkan pupuk subsidi jenis ZA diberi warna oranye. Hal ini bertujuan membedakan antara pupuk bersubsidi dan non subsidi sehingga dapat meniminalisir peluang penyelewengan," ujar Wijaya.

Pupuk bersubsidi juga memiliki ciri pada kemasan karungnya. Terdapat tampilan logo Pupuk Indonesia di bagian depan karung dan bertuliskan 'Pupuk Bersubsidi Pemerintah'. Pada kemasan tercantum juga nomor call center, logo SNI, nomor izin edar pada bagian depan karung dan memiliki Bag Code dari produsennya.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini