JAKARTA - Langkah Gerakan Anti Radikalisme (GAR) yang melaporkan Presidium KAMI Din Syamsudin terkait isu radikalisme kepada Komisi Aparatur Sipil negara (KASN) menuai banyak kritikan dari berbagai pihak. Banyak organisasi masyarakat yang menyebut tuduhan GAR tidaklah masuk akal.
Juru Bicara GAR ITB Shinta Madesari menanggapi santai adanya kritikan-kritikan tersebut.
“Pro kontra itu biasa. Pak Jokowi yang jelas-jelas terpilih jadi presiden secara demokratis dan beliau bekerja keras untuk negara aja dihujat habis-habisan. Apalagi GAR,” katanya saat dihubungi, Senin (15/2/2021).
Meski begitu dia menegaskan bahwa pihaknya tidak anti kritik. Shinta mengatakan pihaknya terbuka untuk melakukan dialog dengan pihak manapun.
“Kami terbuka terhadap kritik dan saran-saran. Kami juga terbuka untuk dialog dengan pihak manapun,” tuturnya.
Baca Juga: Tanggapi Cuitan Mahfud MD, GAR ITB: Mungkin Belum Baca Surat Laporan ke KASN
Sebelumnya dia berharap agar pemerintah dapat bertindak tegas terhadap dugaan pelanggaran aturan ASN yang dilakukan oleh Presidium KAMI Din Syamsudin.
“Ketegasan pemerintah diperlukan agar tidak terjadi preseden buruk di kemudian hari terhadap pelanggaran-pelanggaran aturan oleh ASN. Jangan yang pangkatnya kecil ditindak tetapi yang besar-besar dibiarkan,” pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)