Menurut Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (p2p) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dokter Asep Hendra Hendriyana, terpaparnya 380 santri dan tenaga pengajar di salah satu pondok pesantren, yang berada di Kecamatan Cipedes ini diduga berasal dari salah seorang santri yang berasal dari Kabupaten Garut.
Setelah diketahui adanya santri yang mengalami gejala hilangnya indera penciumannya, kemudian santri dilakukan swab mandiri hasilnya positif. Kemudian, dilakukan swab masal sebanyak 16 orang, dan hasilnya 5 orang positif Covid-19.
Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Tenaga Kesehatan Sudah Mencapai 74,63%
Dinas Kesehatan kemudian melakukan tracing dan swab masal terhadap 832 orang santri dan pengajar, yang hasilnya 374 orang dinyatakan positif. Jadi, keseluruhan santri dan tenaga pengajar yang dinyatakan positif Covid-19 di pondok pesantren tersebut sebanyak 380 orang.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya hingga hari Senin (15/2/2021) secara akumulatif terdapat 3.891 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, yakni 3.065 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 758 orang masih menjalani isolasi, serta 68 orang meninggal dunia.
(Arief Setyadi )