Pengadilan Perintahkan Jam Malam Covid-19 di Belanda Dicabut

Agregasi VOA, · Rabu 17 Februari 2021 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 18 2363610 pengadilan-perintahkan-jam-malam-covid-19-di-belanda-dicabut-unxDMhn9Mp.jpg Pemandangan saat pemberlakuan jam malam Covid-19 di Amsterdam, Belanda, 16 Februari 2021. (Foto: Reuters)

AMSTERDAM - Kebijakan COVID-19 pemerintah Belanda mengalami pukulan besar setelah pada Selasa (16/2/2021) seorang hakim memerintahkan jam malam yang diberlakukan segera dicabut, karena pemerintah dianggap menyalahgunakan kekuasaan daruratnya. Pemerintah langsung naik banding atas keputusan tersebut.

Perdana Menteri Mark Rutte memberlakukan jam malam pada Januari sebagai upaya meredam penyebaran virus corona. Ini pertama kali negara itu menerapkan jam malam sejak Perang Dunia II. Aturan itu membolehkan orang-orang dengan kebutuhan mendesak berada di luar antara pukul 21.00 hingga pukul 04.30. Jam malam itu dijadwalkan berakhir 9 Februari, tetapi diperpanjang minggu lalu hingga setidaknya 3 Maret.

BACA JUGA: Perempuan Bajak Laut "Sesama Jenis" Tuai Kemarahan

Jam malam memicu protes yang terkadang disertai kekerasan selama beberapa hari ketika pertama kali diterapkan. Kelompok yang memimpin beberapa protes itu, Viruswaarheid (“Virus Truth”), mengajukan kasus itu ke pengadilan. Keputusannya keluar pada Selasa.

Pada konferensi pers setelah keputusan itu, Rutte mengatakan, jam malam itu dirancang untuk mengendalikan virus. Meskipun menginginkan orang-orang memiliki kebebasan dan aman, ia mendesak agar orang-orang terus mematuhi jam malam, terlepas permohonan banding pemerintah berhasil atau tidak.

BACA JUGA: Demo Tolak Jam Malam di Belanda Rusuh, Lebih 100 Orang Ditahan

Kantor berita Associated Press melaporkan sidang yang digelar pada Selasa untuk mempertimbangkan permintaan pemerintah agar jam malam berlanjut sementara menunggu putusan banding, dihentikan setelah beberapa menit berlangsung ketika seorang anggota Viruswaarheid menuduh hakim ketua bias. Kantor berita itu melaporkan banding penuh itu akan dipertimbangkan pada Jumat (19/2/2021).

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini