"Kenapa harus saya turun gunung? Diminta oleh SBY harapan petinggi waktu itu adalah pada saat SBY mengambil partai hasil dari KLB menjadi ketua umum menggantikan Anas. Posisi Partai Demokrat adalah 21% di Parlemen. Kemudian, saat SBY memimpin pada Pemilu berikutnya Partai Demokrat hanya tersisa 11% ditahun 2014," kata Darmizal.
Menurunnya hasil suara Partai Demokrat di Pemilu 2014, membuat Darmizal berfikir bahwa ada sesuatu yang harus dibenahi. Darmizal menilai kala itu SBY akan fokus mengurus Partai Demokrat usai mengakhiri tugas sebagai Presiden dua periode.
Baca Juga: Soal Kudeta Demokrat, AHY Sebut Presiden Jokowi Tak Tahu Keterlibatan Moeldoko
Namun, Darmizal tersadar hal tersebut tidak terjadi. Malah sebaliknya, keresahan semakin bertambah usai anak sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terpilih menjadi Ketum PD hasil Kongres 2020.
"Hari ini saya ternyata salah, saya salah besar dan saya malu kesalahan itu harus ditebus ternyata partai ini tidak boleh hanya menjadi milik satu kelompok kecil orang saja atau tidak boleh menjadi partai dinasti, harus menjadi partai terbuka harus menjadi partai milik kader menjalankan konsep kepemimpinan tidak boleh yang diatas menyodok yang di bawah, tapi yang di atas harus berkonstribusi ke bawah supaya partai ini menjadi partai yang besar," ungkapnya.