Kabel Menjuntai Terlalu Rendah, Tiga Jerapah Mati Tersengat Listrik

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 23 Februari 2021 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 18 2366794 kabel-menjuntai-terlalu-rendah-tiga-jerapah-mati-tersengat-listrik-SSKpV7jzlV.jpg Tiga jerapah mati tersengat listrik di taman margasatwa di Kenya (Foto: Newsflash)

KENYA - Tiga jerapah mati tersengat listrik saat berjalan dan menyentuh kabel listrik yang tergantung rendah di taman margasatwa Kenya.

Satu jerapah mati setelah kontak dengan kabel listrik pada Minggu (21/2). Sedangkan dua jerapah lainnya tersengat listrik dalam insiden serupa pada Jumat (19/2).

Ketiganya adalah jerapah Rothschild, yang terdaftar sebagai hewan terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (ICU).

Insiden naas ini terjadi di Soysambu Conservancy di Kabupaten Nakuru, Kenya dan memicu kemarahan di media sosial, terutama terhadap perusahaan listrik yang memelihara saluran listrik tersebut.

“Ini menyedihkan dan tidak beralasan karena kelalaian tingkat tertinggi,” tulis seorang pengguna Twitter.

(Baca juga: Mengerikan, Wanita Ini Pajang Foto Memegang Jantung Jerapah Sebagai Hadiah Valentine)

“Perusahaan Tenaga Kenya harus bertanggung jawab atas dua jerapah yang tersengat listrik di Soysambu Conservancy. Ini adalah kerugian besar bagi negara kami,,” tulis warganet lainnya.

Sementara itu, Nairobi News melaporkan pada Senin (22/1), Perusahaan Listrik dan Penerangan Kenya mengatakan akan memindahkan saluran listrik.

"Kami telah memulai proses peningkatan pembersihan infrastruktur distribusi listrik di Soysambu untuk mencegah terulangnya insiden yang tidak menguntungkan," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

(Baca juga: Serangan Roket Ditembakkan ke Kedutaan AS di Irak, Tidak Ada Korban, Beberapa Kendaraan Rusak)

“Kami menyesali kejadian ini karena kami menyadari satwa liar merupakan bagian integral dari jiwa alam dan budaya kami dan, kami menghargai umpan balik yang dibagikan oleh berbagai pemangku kepentingan mengenai masalah ini,” terang Direktur Pelaksana dan CEO perusahaan Bernard Ngugi.

Laporan awal Dinas Margasatwa Kenya, yang menyelidiki sengatan listrik, menemukan kabel-kabel itu menjuntai di bawah ketinggian jerapah di tempat konservasi.

Kelompok lingkungan lokal mengatakan ini bukan pertama kalinya jerapah di konservasi mati akibat kabel listrik.

Climate Change Kenya mengklaim dalam cuitan jika setidaknya 11 jerapah telah mati.

Seperti diketahui, The Soysambu Conservancy adalah rumah bagi sekitar 124 jerapah, termasuk 50 jantan, 41 betina dan 33 anak sapi pada Agustus 2018.

Tujuan taman konservasi ini adalah untuk meningkatkan populasi jerapah Rothschild, yang berasal dari Kenya.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini