Jokowi Hari Ini ke NTT, Pantau Food Estate Seluas 5.000 Hektare

Adi Rianghepat, Okezone · Selasa 23 Februari 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 340 2366588 jokowi-hari-ini-ke-ntt-pantau-food-estate-seluas-5-000-hektare-Yempbfshtx.jpg Presiden Jokowi (Foto : Biro Pers Kepresidenan)

KUPANG - Pihak Istana Kepresiden memastikan kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sebelum sempat dibatalkan. Kepala Biro (Karo) Humas Sekretariat Daerah Provinsi NTT, Jelamu Ardu Marius mengatakan kepastian kedatangan orang nomor satu RI itu diperoleh dari Istana Kepresidenan.

"Sampai pagi ini jadwal kunjungan Bapak Presiden yang kita peroleh dari istana belum ada perubahan, dan itu artinya Bapak Presiden dipastikan akan ke NTT hari ini," kata Jelamu Ardu Marius saat dihubungi, Selasa (23/2/2021).

Menurut Jelamu, Presiden akan bertolak dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta tepat pukul 09.00 WIB menuju Sumba Barat Daya di Pulau Sumba. Di Pulau Cendana itu, Presiden akan memantau proyek food estate yang digagas Kementerian Pertanian RI.

"Bapak Presiden akan melintasi jalan darat dari Kabupaten Sumba Barat Daya ke Sumba Tengaj," katanya.

Dari Pulau Sumba, lanjut Jelamu, Jokowi bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono akan langsung terbang menuju Bandara Waioti di Maumere Kabupaten Sikka, Pulau Flores. Di daerah itu, Presiden Jokowi akan meresmikan bendungan mega yang merupakan salah satu proyek prioritas nasional.

"Bendungan Napunggete ini salah satu bendungan yang diberikan Presiden untuk masyarakat di NTT," katanya.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Menurun, Epidemiolog Sebut Masyarakat Takut Kuburan Penuh

Terkait food estate, Jelamu mengaku ada 5.000 hektare lahan padi dan jagung yang akan dipantau Presiden. Lahan ini akan terus ditambah hingga 10.000 hektare di 2021 ini. "Pulau Sumba dan Pulau Timor akan jadi target program ini, karena paling adaptif dengan cuaca di provinsi berbasis kepulauan ini," katanya.

Jelamu juga mengatakan, meskipun ada kunjungan, protokol kesehatan Covid 19 tetap dilaksanakan. "Pihak Istana sudah memberi peringatan agar protokol kesehatan tetap terlaksana. Masyarakat juga diimbau mematuhinya," kata bekas Kepala Dinas Pariwisata NTT itu.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini