Tiga Penjara Rusuh, 50 Tahanan Tewas, Beberapa Napi Terluka

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 24 Februari 2021 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 18 2367240 tiga-penjara-rusuh-50-tahanan-tewas-beberapa-napi-terluka-H4WgXWd9WT.jpg Polisi berjaga-jaga di depan penjara yang rusuh di Ekuador (Foto: The News International)

QUITO - Sedikitnya 50 tahanan tewas dan beberapa terluka saat kerusuhan di tiga penjara di Ekuador pada Selasa (23/2).

Polisi nasional mengatakan di Twitter jumlah korban tewas mencapai "lebih dari 50" tahanan setelah kerusuhan di rumah tahanan (rutan) di provinsi Guayas, Azuay dan Cotopaxi.

Melalui cuitannya, Presiden Ekuador Lenin Moreno mengaitkan kerusuhan itu dengan "organisasi kriminal" yang terlibat dalam "tindakan kekerasan serentak di beberapa penjara."

Dia mengatakan pihak berwenang segera bertindak untuk merebut kembali kendali.

Polisi tidak menyatakan apakah kondisi sudah menjadi lebih kondusif dan telah dipulihkan setelah kekerasan pecah di penjara di kota pelabuhan Guayaquil di barat daya, dan di Cuenca dan Latacunga di Andes.

(Baca juga: Dicurigai Sebagai Calon Pelaku Bom Bunuh Diri, Filipina Tangkap 9 Perempuan Terkait Kelompok Militan Abu Sayyaf)

Komandan polisi Patricio Carrillo melaporkan kerusuhan di beberapa penjara di negara Amerika Selatan itu, dan mengatakan "situasinya kritis."

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Patricio Pazmino, men-tweet pos komando terpusat telah didirikan untuk menanggapi apa yang dia katakan sebagai "tindakan bersama oleh organisasi kriminal untuk menghasilkan kekerasan di pusat-pusat penjara."

Sebelumnya, pada Desember tahun lalu, kerusuhan di penjara Ekuador yang dipicu oleh persaingan geng menyebabkan 11 tahanan tewas dan tujuh lainnya cedera.

Prsiden sempat memberlakukan keadaan darurat selama 90 hari di penjara negara itu untuk mengendalikan kelompok "mafia" dalam upaya untuk mengurangi kekerasan. Status keadaan darurat ini dicabut pada November tahun lalu.

(Baca juga: Malaysia Deportasi Lebih dari 1.000 Migran ke Myanmar, Kelompok HAM Kecam 'Tidak Manusiawi dan Menyedihkan')

Hingga saat ini tercatat ada sekitar 38.000 tahanan di Ekuador, negara yang berpenduduk 17 juta orang.

Menurut polisi sengketa narapidana menewaskan 51 orang pada tahun lalu.

Untuk mengurangi jumlah narapidana di tengah epidemi virus korona, pemerintah meringankan hukuman orang yang dihukum karena pelanggaran ringan, mengurangi kepadatan dari 42 persen menjadi 30 persen.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini