"Selama ini mengandalkan searching di internet, tapi kurang datanya. Saya belum lihat di Indonesia, mudah-mudahan (Scan Jabar Scan Cianjur) yang pertama," ucapnya.
Ia berharap, agar kedepannya Scan Jabar Scan Cianjur bisa dipasang di banyak titik, minimal empat hingga lima barcode di setiap kecamatan.
"Dan saran saya, datanya jangan destinasi saja, tapi pom bensin, masjid, restoran, tipikal kebutuhan turis. Jadi saya lihat (Scan Jabar Scan Cianjur) sudah bagus, hanya saja perlu dilengkapi data fasilitas yang dibutuhkan oleh para wisatawan, termasuk kantor polisi atau kodim dan nomornya," katanya.
"Inovasi ini bagus sekali, semoga jadi contoh untuk daerah lainnya. Lengkapi data lalu promosikan, Insyaallah akhir tahun ekonomi kita lebih baik karena pariwisata tidak ada habisnya, kecuali dilarang. Titip ke pemotor, patuhi rambu lalu lintas,"ucapnya.
Sementara itu, menurut PLT Bupati Cianjur Herman Suherman, Scan Jabar Scan Cianjur menjadi bagian dalam Sihaci (Sistem Informasi Hayu Ameng ka Ciannur). Program ini bertujuan meningkatkan perekonomia pasca pandemi Covid-19.