TANGERANG - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengaku prihatin atas ditangkapnya Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (26/2/2021) malam.
Dia mengatakan bahwa dengan adanya peristiwa ini, korupsi masih menjadi masalah yang cukup serius. Apalagi korupsi ini dilakukan saat pandemi berlangsung.
BACA JUGA: Hartanya Rp51,3 Miliar, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Cuma Punya 1 Mobil
“Fakta ini menunjukkan betapa korupsi masih menjadi masalah yang sangat serius. Yang lebih memprihatinkan lagi, korupsi justru terjadi pada saat negara sedang mengalami masalah pandemi Covid-19 dimana semakin banyak rakyat yang menderita,” tutur Mu’ti pada Sabtu (27/2/21).
Mu’ti turut mengapresiasi kinerja KPK yang berani mengungkapkan kasus korupsi. Dia mengungkapkan bahwa siapapun yang bersalah harus mengikuti hukum yang berlaku.
"Siapapun yang terbukti bersalah harus dihukum sesuai hukum yang berlaku,” tegas Mu’ti.
Sementara Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas menegaskan bahwa adanya kasus ini membuktikan radikalisme korupsi republik ini semakin merajalela.
BACA JUGA: Terkait Nurdin Abdullah, Netizen Heran Orang Berprestasi Bisa Tertangkap KPK
Selain itu, Busyro juga mengatakan, OTT tersebut menunjukkan bahwa pada level penyidik KPK, masih ada yang konsisten dalam bekerja secara independen.
“Sebagai alumnus pimpinan KPK, saya harus dan apresiasi sangat tinggi bahkan bangga dengan kasatgas yang bersangkutan,” kata Busyro.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.