120 Rumah Rusak Akibat Pergerakan Tanah di Purwakarta

Didin Jalaludin, Koran SI · Sabtu 27 Februari 2021 20:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 525 2369491 120-rumah-rusak-akibat-pergerakan-tanah-di-purwakarta-2jy0Rd7dza.jpg Salah satu rumah warga yang ambruk akibat pergerakan tanah di Purwakarta. (Foto : Didin Jalaludin)

PURWAKARTA - Kerusakan rumah warga akibat bencana pergerakan tanah di Kampung Cirangkong, Desa Pasangrahan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, terus bertambah. Hal ini menyusul pergerakan tanah di perkampungan yang berada tepat di kaki Gunung Parang tersebut semakin masif dan meluas.

Berdasarkan data Pemerintah Desa Pasangrahan, jumlah rumah rusak sudah mencapai 120 unit, dari sebelumnya 116 rumah. Dari jumlah itu, 79 rusak berat rata dengan tanah dan 41 rusak ringan. Warga dilarang menempati rumah yang terdampak menyusul pergerakan tanah masih terus terjadi.

"Adapun jumlah warga yang jadi korban sebanyak 532 orang dari 150 kepala keluarga. Dari jumlah itu, 345 orang sudah tinggal di pengungsian. Sisanya ada yang tinggal di rumah kerabatnya. Bahkan juga ada yang bertahan sekitar rumah mereka, dengan alasan menjaga barang-barang dan memiliki hewan ternak," kata Kepala Desa Pasangrahan Yadi Supriyadi kepada MNC Media saat ditemui di kantor desanya, Sabtu (27/2/2021).

Dia menambahkan, dari 532 orang korban bencana pergerakan tanah itu terdapat 53 balita, 31 lansia, dan 4 orang ibu hamil. Data tersebut sudah dilaporkan dan diharapkan mendapat perlakuan khusus dari Pemkab Purwakarta. Apalagi para korban ada yang tinggal di tenda pengungsian.

Baca Juga : Gedung SD Ambruk Akibat Pergerakan Tanah

"Kami berharap Pemkab Purwakarta segera secepatnya merelokasi warga yang jadi korban bencana pergerakan tanah ini. Berdasarkan rencana mereka akan direlokasi ke tanah milik perhutani, yang jaraknya sekitar satu kilometer dari lokasi. Kasian mereka apalagi tidak lama lagi menghadapi bulan puasa,"tutur Yadi.

Sementara itu berdasarkan pantauan di lapangan, saat ini di lokasi pergerakan tanah di kampung itu terdapat beberapa titik baru lokasi longsoran dan anjlokan tanah. Akses jalan umum di perkampungan itu ambles tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Baca Juga : Tanah Bergerak di Babakan Madang Bogor, Puluhan Rumah Retak

"Diperkirakan titik pergerakan tanah di kampung kami ini luasannya mencapai 5 hektare. Sementara kampung yang terdampak ini berada di RW 06, dan dua RT, yakni RT 15 dan 14,"tutup Pak Kades.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini