Menurut anggota Komisi IX DPR ini, faktanya mayoritas masyarakat Indonesia menolak miras, karena miras dikhawatirkan dapat memicu tindakan kriminalitas. Para peminum miras pun sering melakukan kejahatan di luar alam bawah sadarnya.
“Pengaruh minuman memang sangat tidak baik. Kalau sudah kecanduan, sulit untuk menormalisasikannya kembali,” ujar Saleh.
Karena itu, legislator Dapil Sumatera Utara II itu menegaskan, kalau alasannya untuk mendatangkan devisa, pemerintah perlu menghitung dan mengkalkulasi ulang. Berapa pendapatan yang bisa diperoleh negara dari miras tersebut. Lalu, bandingkan dengan mudarat dan kerusakan yang mungkin terjadi akibat miras tersebut.
“Saya menduga, devisanya tidak seberapa, tetapi kerusakannya besar. Ini cukup termasuk ancaman bagi generasi milenial yang jumlahnya sangat besar saat ini,” pungkas Saleh.
(Sazili Mustofa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.