Melawan Tradisi, Wanita di Negara Ini Pilih Berkarier di Pengeboran Minyak

Agregasi VOA, · Selasa 02 Maret 2021 07:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 18 2370582 melawan-tradisi-wanita-di-negara-ini-pilih-berkarier-di-pengeboran-minyak-LPkeFo1sHQ.jpg Para wanita yang bekerja di pengeboran minyak (Foto: AP)

“Setiap lapangan terasa seperti pergi ke negara baru,” kata Amjad.

Mempertimbangkan pentingnya industri bagi perekonomian, program petrokimia dari sekolah-sekolah teknik di negara itu untuk siswa dengan nilai tertinggi. Kedua perempuan itu berada di peringkat 5% teratas dari kelas kelulusan Universitas Basra pada 2018.

Di sekolah, mereka terobsesi dengan pengeboran. Bagi mereka, ini adalah dunia baru, dengan bahasanya sendiri: "spudding" adalah untuk memulai operasi pengeboran, " Christmas tree " adalah bagian paling atas dari kepala sumur, dan "dope" hanya berarti minyak.

Setiap hari kerja membawa mereka ke dalam misteri di bawah kerak bumi. Mereka menggunakan alat untuk melihat formasi mineral dan lumpur hingga mereka menemukan minyak yang berharga.

Untuk bisa bekerja di lapangan, Amjad, putri dari pasangan orang tua yang berprofesi sebagai dokter, tahu bahwa dia harus mencari pekerjaan di perusahaan minyak internasional. Untuk itu, dia harus berprestasi. Bekerja untuk perusahaan milik negara ibarat jalan buntu. Di sana, dia hanya akan diserahi pekerjaan kantoran.

“Di waktu luang saya, pada liburan saya, saya akan mendaftar pelatihan, mendaftar untuk program apa pun yang saya bisa,” kata Amjad.

Ketika perusahaan minyak China CPECC mulai mencari karyawan baru, dia menjadi pilihan yang jelas. Kemudian, ketika Schlumberger yang bermarkas di Texas sedang mencari seorang insinyur lapangan, dia segera memanfaatkan kesempatan itu.

Pekerjaan ini mengharuskan dia untuk menentukan berapa banyak minyak yang bisa diperoleh dari sumur tertentu. Setelah ujian, dia lulus ujian yang ketat sebelum memasuki wawancara terakhir.

Ketika ditanya apakah dia yakin dia memenuhi syarat untuk pekerjaan itu, dia berkata, "Pekerjakan saya, dan perhatikan."

Dalam waktu kurang dari dua bulan, dia mengganti helm hijaunya dengan topi putih mengkilat, yang menunjukkan statusnya sebagai penyelia, bukan lagi seorang pegawai magang. Dia mencapai promosi itu satu bulan lebih awal dari biasanya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini