Pasien Covid-19 Varian Baru Membludak, ICU Rumah Sakit Kewalahan

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 02 Maret 2021 09:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 18 2370637 pasien-covid-19-varian-baru-membludak-icu-rumah-sakit-kewalahan-5dbMaQW9Sb.jpg Ruang ICU kewalahan menampung pasien Covid-19 varian baru (Foto: CNN)

SAO PAULO Ruang ICU rumah sakit (RS) di Brasil kewalahan menerima membludaknya pasien Covid-19 varian baru. Hampir semua RS telah mencapai batas maksimum merawat pasien di seluruh Brasil.

Para ahli kesehatan dan pejabat negara memohon kepada pemerintah untuk memberlakukan tindakan penguncian yang lebih ketat untuk mengurangi penularan virus corona.

Menurut laporan Oswaldo Cruz Foundation (Fiocruz), sebuah lembaga penelitian Kementerian Kesehatan Brasil pada 26 Februari lalu, tingkat hunian ICU negara itu adalah yang terburuk sejak dimulainya pandemi.

Delapan belas dari 26 negara bagian Brasil dan satu distrik federal memiliki ICU dengan kapasitas lebih dari 80%, data federal dan negara bagian menunjukkan sembilan dari mereka berada di ambang kehancuran dengan kapasitas lebih dari 90%.

(Baca juga: Bocah 9 Tahun Tewas dalam Ritual Pengusiran Setan)

Menteri Kesehatan Eduardo Pazuello telah mengakui krisis tersebut. Eduardo mengatakan kepada gubernur negara bagian pada 25 Februari jika varian virus corona baru telah membuat pengendalian pandemi menjadi lebih sulit.

"Virus yang bermutasi memiliki kapasitas kontaminasi tiga kali lebih banyak, dan kecepatannya dapat mengejutkan para gubernur dalam hal struktur dan dukungan. Inilah kenyataan yang kita alami saat ini di Brasil," terangnya.

Data dari sekretaris kesehatan negara bagian Brazil menunjukkan negara bagian Rondônia sedang berjuang dengan jumlah kasus yang meningkat, dengan ICU dengan kapasitas 97,5%. Diikuti oleh negara bagian selatan Rio Grande do Sul dengan kapasitas 97,2% dan Distrik Federal, yang menampung ibu kota negara Brasilia, dengan kapasitas 96,45%.

(Baca juga: Melawan Tradisi, Wanita di Negara Ini Pilih Berkarier di Pengeboran Minyak)

Rumah sakit swasta juga runtuh di seluruh negeri. Juru bicara rumah sakit Sao Paulo Israelita Albert Einstein, salah satu rumah sakit paling eksklusif di Brasil - tempat kasus pertama Covid-19 terdeteksi - berada pada kapasitas 100% ICU.

Pekan lalu, Brasil menandai rekor dengan 8.224 kematian selama seminggu, menjadikan total korban tewas di negara itu menjadi 254.942. Brasil juga telah mendaftarkan lebih dari 10,5 juta kasus pada Senin (1/3).

Laporan Fiocruz mendesak Brasil untuk segera mengadopsi langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi penularan virus sementara vaksin perlahan-lahan diluncurkan. Hanya 3% dari populasi negara itu yang telah menerima satu dosis vaksin Covid-19 dan hanya 1% yang menerima dua dosis.

"Dengan proses vaksinasi yang lambat dan munculnya varian baru virus serta ketidakpastian yang masih ada, meningkatkan kebutuhan untuk mengganggu, atau memperlambat, jaringan penularan virus melalui tindakan pencegahan non-farmakologis," kata laporan itu.

Seruan itu digaungkan oleh Dewan Sekretaris Kesehatan Nasional Brasil. Dalam surat terbuka, Dewan tersebut menuntut pemerintah Presiden Jair Bolsonaro untuk memberlakukan jam malam nasional, melarang pertemuan massal dan pengajaran langsung, menutup pantai dan bar, dan menerapkan "Rencana Komunikasi Nasional" untuk menekankan perlunya tindakan pencegahan tersebut.

Dewan mengatakan sejauh ini tidak adanya pendekatan nasional yang bersatu dan koheren di Brasil membuat hal ini sulit untuk mengadopsi dan menerapkan langkah-langkah yang memenuhi syarat untuk mengurangi interaksi sosial yang meningkat selama periode pemilihan, pada akhir tahun, pertemuan musim panas dan karnaval serta perayaan.

"Pelonggaran tindakan perlindungan dan peredaran jenis baru virus menyebabkan memburuknya kesehatan dan krisis sosial," tambahnya.

Sepanjang pandemi, Presiden Brasil Jair Bolsonaro telah mengkritik penggunaan masker, mengancam gubernur yang mengadopsi tindakan penguncian, dan menyalahkan pemerintah dan gubernur masa lalu karena kurangnya tempat tidur ICU.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini