Sejak Pagi Gunung Sinabung 13 Kali Semburkan Guguran Panas

Arif Budianto, Koran SI · Selasa 02 Maret 2021 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 608 2370728 sejak-pagi-gunung-sinabung-13-kali-semburkan-guguran-panas-HwPQ2NjxEo.jpg Gunung Sinabung muntahkan guguran panas. (Foto: PVMBG)

BANDUNG - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi mencatat kenaikan aktivitas guguran awan panas di Gunung Sinabung sejak pagi, Selasa (2/3/2021).

PVMBG mencatat mulai pukul 06:42 WIB, terjadi rangkaian awan panas guguran dengan jarak luncur 2.000 hingga 5.000 meter ke arah tenggara timur. Guguran disertai kolom asap setinggi 4.000 hingga 5.000 meter dari tubuh aliran awan panas guguran.

"Hingga pukul 08:20 WIB terlah terjadi 13 kali kejadian awan panas guguran di Gunung Sinabung," kata Kepala PVMBG Badan Geologi, Andiani.

Baca juga: Sinabung Muntahkan Awan Panas Terus-menerus Sejauh 5.000 Meter, Warga Diimbau Jauhi Zona Merah

Menurut dia, rangkaian kejadian awan panas guguran pada 2 Maret 2021 merupakan karakter erupsi Gunung Sinabung yang telah terjadi beberapa kali sejak 2013. Mekanisme kejadian awan panas guguran diakibatkan oleh adanya pembentukan kubah lava di bagian puncak, kemudian diikuti oleh adanya migrasi fluida (batuan padat, cairan, gas) ke permukaan yang mendorong kubah lava.

Migrasi fluida ini diindikasikan oleh jumlah gempa-gempa Low Frequency dan Hybrid yang tinggi.

"Pengamatan visual dan kegempaan hingga 2 Maret 2021 pukul 9.00 WIB menunjukkan fluktuasi dalam pola yang masih tinggi, tetapi tidak ada indikasi peningkatan potensi ancaman bahaya," jelas dia.

Kendati begitu, bahaya berupa erupsi eksplosif masih berpotensi terjadi, namun ancamannya hingga saat ini masih berada pada radius rekomendasi pada Level III (Siaga).

Baca juga: Guguran Abu Gunung Sinabung Meluncur 1.500 Meter

Sementara kejadian awan panas guguran, awan panas letusan dan guguran batuan (lava pijar) berpotensi terjadi, seiring dengan pertumbuhan kubah lava di bagian puncak. Ancaman bahaya sebaran material awan panas guguran dan guguran batuan meliputi sektor selatan, timur hingga tenggara dalam radius 4-5 km. Sedangkan sebaran material erupsi berukuran abu bisa terbawa lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin.

Lahar berpotensi terjadi di lembah-lembah sungai yang berhulu di Gunung Sinabung terutama akibat curah hujan yang tinggi. "Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental hingga 2 Maret 2021, dinilai tingkat aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih pada Level III atau Siaga," beber dia.

Pihaknya merekomendasikan masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, dalam radius 3 Km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius 4 km untuk sektor timur-utara, dalam jarak 5 Km untuk sektor Selatan-Timur Gunung Sinabung.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini