Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Covid-19 Renggut "Pria Terakhir" Suku Juma, Suku Asli Amazon

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 03 Maret 2021 |06:34 WIB
Covid-19 Renggut
Pria terakhir Suku Juma di Hutan Amazon meninggal karena Covid-19 (Foto: Gabriel Uchida/Kaninde)
A
A
A

  • 'Kisah kematian'

Bandeira mengatakan bahwa kisah Juma, seperti yang terjadi pada banyak kelompok penduduk asli Amazon, telah menjadi "kisah kematian".

Menurut Profesor Luciana França dari Universitas Federal Pará Barat, sejak tahun 1940 dan seterusnya, Juma menjadi sasaran orang-orang yang mengejar kekayaan tanah mereka.

Pembantaian terakhir orang Juma yang didokumentasikan adalah pada tahun 1964, ketika petani karet dari sebuah komunitas dekat dari mereka, membunuh puluhan laki-laki Juma, kata antropolog itu.

Sementara, bagi Bandeira, sungguh mengejutkan bahwa laki-laki terakhir yang selamat dari pembantaian dan penyakit yang menewaskan ribuan rakyatnya, meninggal karena Covid-19.

Dia menyalahkan negara bagian Brasil atas "kekurangan kompetensi dan ketidakmampuan sama sekali untuk memberikan tindakan perlindungan" untuk mencegah Covid mencapai desa Aruká. Bandeira mengatakan bahwa siapa pun yang memasuki desa semestinya harus menjalani tes dan menjalani karantina untuk mencegah penyebaran virus.

Cucu Aruká, Bitaté, mengatakan hal serupa. "Kami jauh dari kota dan hanya ada sedikit perjalanan. Penyakit ini seharusnya tidak pernah sampai ke kami. Pemerintah tidak peduli. Ini kurangnya tanggung jawab di pihak mereka," katanya.

Kematian Aruká bukanlah kasus satu-satunya. Menurut Sekretaris Khusus Kesehatan Adat (Sesai), dari total 896.900 penduduk adat di Brasil, 572 telah meninggal karena Covid-19.

Sebuah organisasi adat independen, Apib, menyatakan bahwa jumlah kematian penduduk adat akibat Covid jauh lebih tinggi, dengan 970 nyawa penduduk adat yang meninggal akibat pandemi. Banyak dari mereka adalah penatua, yang telah menjaga sejarah lisan dan pengetahuan yang berharga tetap hidup.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement