Selama masa pandemi banyak hal yang terjadi khususnya pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terus mengalami kemerosotan. Dan Grab sebagai superapp terkemuka di Asia Tenggara yang menghubungkan jutaan pelanggan dengan jutaan mitra pengemudi, merchant, percaya bahwa segala bentuk masalah dapat ditemukan solusinya.
Oleh karena itu, Grab pun mengembangkan program guna mencakup berbagai inisiatif akselerasi khusus untuk melatih dan meningkatkan keterampilan UMKM, serta iklan gratis untuk membantu mereka meningkatkan visibilitas secara online sehingga dapat meningkatkan penjualan.
Agen GrabKios yang sebelumnya menganggur, kini bahkan dapat menghasilkan hingga puluhan juta rupiah dari penjualan per bulan setelah bergabung dengan Grab. Pada saat bersamaan, platform Grab mampu memberikan kestabilan pendapatan bagi UMKM yang menjadikan Grab sebagai pekerjaan utamanya..
Kisah Om Cei, Pemilik Suara Emas yang Juga Jadi Ketua Komunitas Transportasi Daring di Makassar

Maret 2018, di lobi Hotel Grand Clarion, kini bernama Hotel Claro, Makassar, Kristian Elwarin menyambut sodoran selebaran dari seorang petugas, saat menghadiri undangan pernikahan keluarganya. Petugas menawarkan kerja sama menjadi mitra di aplikasi terkemuka di Asia Tenggara, Grab.
"Petugas itu bilang siapa tahu mau gabung, pendaftarannya online. Kupikir kebetulan lagi nganggur, jadi iyakan saja. Eh, pas email buat daftar, langsung dibalas," kisah pria kelahiran Makassar, 6 Juli 1978 ini.
Pertemuan itu ternyata menjawab kegelisahan ayah dari dua anak ini. Angsuran mobil saat itu sudah berjalan dua tahun namun belum mendapat pekerjaan tetap.
Bukan tanpa usaha, Kristian yang akrab disapa Om Cei ini sudah ke sana-sini menyodorkan lamaran kerjanya, namun tak pernah tersambut.
Dan bulan September 2019 lalu, Om Cei gabung dengan komunitas SGCK Kompos (Sahabat Grab Club Komunitas Pengemudi Joss) beranggotakan 55 orang.