Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BKKBN Apresiasi Penurunan Angka Kematian Ibu, Bayi, dan Stunting di Kota Semarang

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis-Jum'at, 05 Maret 2021 |20:17 WIB
BKKBN Apresiasi Penurunan Angka Kematian Ibu, Bayi, dan Stunting di Kota Semarang
Foto: Dok Pemkot Semarang ( Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat menerima Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo. Kota Semarang dinilai berhasil dalam upaya penurunan angka kematian, ibu, bayi da stunting)
A
A
A

SEMARANG-Pasca ditunjuk Presiden RI sebagai ketua percepatan penurunan stunting nasional, Kepala Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo berkunjung ke Jawa Tengah untuk menemui Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Alasannya, Kota Semarang dianggap sebagai salah satu wilayah yang dapat dijadikan contoh, dalam upaya penurunan angka kematian ibu, bayi, dan stunting. Hal tersebut disampaikan Hasto saat berada di Balaikota Semarang, Jumat (5/3).

“Kami ke daerah-daerah ini untuk meminta dukungan dan masukkan kepala-kepala daerah, agar semua yang beresiko stunting dapat kita sentuh. Di Kota Semarang sendiri ini sudah sangat bagus, kebijakan Pak Wali sangat baik, semua kelurahan ada bidannya, juga ibu hamil di sini juga ada sistem pengawalannya. Jadi kami optimis Semarang ini bisa menjadi percontohan," tuturnya.

Hasto mengatakan di Semarang ini yang stunting sudah tidak banyak. Dari jumlah penduduk sekitar 1,7 juta, jumlah balita stunting itu kecil sekali dibandingkan tempat-tempat lain. Jadi maksud saya Insya Allah Kota Semarang bersama Pak Wali bisa menjadi percontohan untuk penurunan angka kematian ibu, bayi dan stunting, tiga itu.

Dia menambahkan bahwa BKKBN akan menjadikan Kota Semarang sebagai pilot project pendataan keluarga, sebagai basis data agar tercipta zero stunting. Dalam program pendataan keluarga yang akan dimulai serentak pada 1 April 2021 mendatang nantinya akan dilakukan kunjungan ke lapangan guna memverifikasi data kependudukan seperti jumlah dan jarak anak, angka kemiskinan, keberadaan Ibu hamil, hingga kondisi stunting di suatu keluarga.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement