Perkawinan Tak Biasa, Komodo "Selingkuh" dengan Kadal Australia

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 05 Maret 2021 07:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 18 2372664 perkawinan-tak-biasa-komodo-selingkuh-dengan-kadal-australia-ZroMpkI2iS.jpg Komodo Indonesia (Foto: CNN)

AUSTRALIA Penelitian terbaru menunjukan kebiasaan berkembang biak yang tidak biasa antara komodo dengan spesies kadal yang hanya ditemukan di Australia.

Hal ini terungkap setelah temuan fosil sebelumnya yang menunjukkan komodo sepanjang tiga meter, yang sekarang hanya ditemukan di beberapa pulau di Indonesia, ditemukan di Australia,

Para peneliti dari Universitas Nasional Australia pun menemukan hubungan genetik antara keduanya.

Seorang ahli biologi evolusi dan penulis utama laporan tersebut, Carlos Pavón Vázquez, mengatakan ketika mereka menggali lebih dalam data genetik mereka menemukan bukti jika kadal hidup terbesar di dunia itu kawin dengan nenek moyang biawak pasir - sejenis goanna yang hanya ditemukan di Australia.

“Ada sebuah misteri,” kata Pavón.

(Baca juga: Gempa Bumi 8,1 SR, Peringatan Tsunami Dibunyikan, Warga Diminta Pindah ke Tempat Lebih Tinggi)

“Dalam hal ini, yang menjadi misteri adalah penyebab konflik dalam hubungan evolusi antara komodo dan kerabat dekatnya, biawak pasir,” terangnya.

“Apa yang kami temukan adalah bahwa jutaan tahun yang lalu, komodo melakukan hibridisasi, yang berarti berkembang biak dengan kelompok kadal lain,” lanjutnya.

Dia mengatakan itu adalah bukti jelas pertama dari jenis kawin silang pada biawak liar.

Kedua spesies mungkin dipisahkan oleh lautan, dengan biawak pasir hanya ditemukan di Australia dan selatan Papua Nugini. Namun Pavón mengatakan penelitian tersebut membantu mengisi celah tentang apa yang terjadi sebelum komodo punah di benua selatan.

“Agar komodo bisa berkembang biak dengan biawak pasir, mereka harus hidup bersama,” katanya.

“Jadi mereka di sini melakukan hal-hal Komodo dan berselingkuh dengan spesies lain. Kemudian mereka menyeberangi laut pada saat laut sedang rendah dan entah bagaimana sampai ke Indonesia tetapi punah di Australia,” ungkapnya.

“Hanya karena penelitian paleontologi kita mengetahui bahwa komodo ada di Australia. Sementara itu, leluhur biawak pasir setelah jutaan tahun terdiversifikasi menjadi empat spesies yang hidup saat ini,” urainya.

(Baca juga: AS Blokir Upaya Junta Myanmar Tarik Dana Rp14 Triliun dari Bank Sentral AS)

Pavón mengatakan langkah selanjutnya adalah memeriksa apakah hubungan dekat antara kedua spesies telah memberikan keuntungan evolusioner bagi biawak pasir.

“Karena kita melihat tampilan fisik dipengaruhi oleh peristiwa hibridisasi ini, yang mengubah cara mereka berinteraksi dengan lingkungannya, sehingga kemungkinan ada efek positif dari hal tersebut,” ujarnya.

Dr Kailah Thorn dari University of Western Australia, ahli paleontologi yang tidak terlibat dalam penelitian tetapi akrab dengan penelitian tersebut, mengatakan penelitian ini menggabungkan data genetik dengan bukti dari rekaman fosil untuk menyatukan proses evolusi yang sedikit dipahami.

“Kami tahu hibridisasi terjadi antara spesies kadal monitor yang masih hidup, tetapi seringkali rekonstruksi sederhana dari jalur evolusi kami berasumsi bahwa ini tidak terjadi di masa lalu,” ujarnya.

“Fosil adalah bukti utama kami tentang keberadaan komodo yang hidup di Australia, tetapi kami sekarang memiliki bukti genetik bahwa mereka bersilangan dengan spesies kadal endemik Australia sebelum Komodo diisolasi ke Kepulauan Sunda kecil di Indonesia,” jelasnya.

“Model biogeografis rinci dari penulis menunjukkan komodo kemungkinan besar memiliki asal moyang di padang rumput tropis Australia utara. Sebuah konsep yang menakutkan bila Anda ingat bahwa daerah ini juga merupakan rumah bagi megalania raksasa saat ini - dua goanna raksasa yang menduduki puncak rantai makanan di Australia prasejarah,” paparnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini